Masuki Akhir Pekan Penuh Harapan, Wall Street Dibuka Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
13 September 2019 21:05
Masuki Akhir Pekan Penuh Harapan, Wall Street Dibuka Menguat Foto: Bursa New York (AP Photo/Richard Drew))

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (13/9/2019), berpeluang mencetak rekor kenaikan delapan hari berturut-turut, di tengah membaiknya sentimen seputar hubungan antara AS-China.

Indeks Dow Jones Industrial Average (Dow Jones) menguat 0,2% (55 poin) pada pembukaan pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB), dan bertahan di posisi tersebut 30 menit kemudian ke 27.238,09. Di sisi lain, indeks S&P 500 tumbuh 0,06% (1,45 poin) ke 3.011,19.

Namun, indeks Nasdaq terkoreksi 0,13% (10 poin) ke 8.185,9 menyusul koreksi saham Apple sebesar 1,7%. Saham raksasa gadget asal AS itu jatuh setelah Goldman Sachs memangkas target harganya menjadi dari US$ 187 per unit ke US$ 165 per saham.

Di sisi lain, saham Caterpillar dan Boeing sempat menguat 0,8% dan 0,4%, pada sesi pembukaan sehingga menahan efek koreksi saham Apple tersebut di indeks S&P500 dan Dow Jones.  

Fokus pasar masih tertuju pada perkembangan perdagangan global, karena dua negara dengan perekonomian terbesar tersebut terus melanjutkan rencana untuk bernegosiasi pada awal Oktober.

Harian The New York Times melaporkan bahwa China akan mengecualikan beberapa produk pertanian AS, termasuk kedelai dan babi, dari daftar yang bakal dikenakan tarif. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa China akan membeli produk pertanian AS "dalam nilai besar".

"Ini segera menjadi asumsi base-case dan karenanya tidak jelas apakah saham akan bereaksi positif terhadap berbagai berita ke depan yang mengonfirmasi kecenderungan terjadinya skenario demikian," ujar Executive Director J.P. Morgan Adam Crisafulli, dalam laporan risetnya, sebagaimana dilaporkan CNBC International.

Komentar Trump muncul setelah keputusannya menunda penaikan tarif atas produk China senilai US$ 250 miliar dari rencana semula pada 1 Oktober menjadi 15 Oktober. Trump mengatakan itu sebagai "tanda iktikad baik" bagi China setelah keduanya dalam setahun terakhir saling melancarkan perang tarif yang memperkeruh sentimen pasar dan ekonom.

Wall Street hari ini juga akan mencermati data sentimen konsumen pada September dan inventori bisnis untuk periode Juli yang akan diumumkan pada pukul 10:00 waktu setempat, atau pukul 22:00 WIB.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading