Wall Street Menguat Tipis Ditopang Saham Apple

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
11 September 2019 21:12
Wall Street Menguat Tipis Ditopang Saham Apple

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu (11/9/2019) didorong penguatan saham Apple yang baru saja meluncurkan tiga produk baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average (Dow Jones) menguat 0,1% (21 poin) pada pembukaan pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB), tetapi kemudian surut menjadi hanya 0,02% (5,8 poin) ke 26.91519. Di sisi lain, indeks S&P 500 tumbuh 0,12% (3,4 poin) ke 2.982,22 dan indeks Nasdaq bertambah 0,4% (34 poin) ke 8.117,6.

Saham Apple menguat 0,5% setelah pada Selasa kemarin melonjak hingga 1% lebih. Produsen gawai asal AS tersebut merilis tiga produk iPhones yang baru berbarengan dengan jam tangan Apple Watch, layanan TV berlangganan dan layanan game bernama Apple Arcade.

Analis Bank of America Wamsi Mohan menilai Apple membanderol produk barunya dengan harga yang menarik. Biaya untuk berlangganan layanan game-nya setara dengan satu konsol permainan yang bisa mengakses 100 game untuk seluruh anggota keluarga selama setahun.

"Kejutan terbesar pada ajang kemarin adalah harga berlangganan bulanan untuk Apple TV+ yang dipatok pada level US$ 4,99/ bulan yang lebih rendah dari ekspektasi kami sehingga membuatnya lebih menarik dan bisa mendongkrak jumlah pelanggan," ujar Mohan sebagaimana dilaporkan CNBC International.

Penguatan Apple mendongkrak indeks saham sektor teknologi di Wall Street, sehingga menguat 0,2% setelah sepanjang pekan ini melemah 1,2%. Tech

Di luar sentimen positif dari Apple, investor juga masih menelaah data inflasi AS yang menguat 0,1% pada Agustus, atau di atas ekspektasi ekonomi dalam polling Reuters yang memperkirakan flat. Wall Street menduga-duga apa efek data tersebut terhadap kebijakan bank sentral AS.

The Federal Reserve (The Fed) sejauh ini diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya dalam pertemuan pekan depan. Pasar berekspektasi akan ada pemangkasan suku bunga pada September dengan tingkat pertaruhan sebesar 91,2%, sebagaimana dicatat piranti FedWatch milik CME Group.

Pelaku Pasar AS juga masih terfokus mencermati hubungan dagang antara AS dan China. Beijing mengumumkan daftar produk yang dikecualikan dari tarif baru. Sementara itu, American Chamber of Commerce di Shanghai menyebutkan beberapa perusahaan AS di Daratan China mempercepat relokasi operasi mereka menyusul pemberlakuan tarif dari AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading