Ulasan Teknikal IHSG

iPhone Rilis Produk Baru, ERAA & TELE Meroket. Berlanjutkah?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
11 September 2019 15:00
iPhone Rilis Produk Baru, ERAA & TELE Meroket. Berlanjutkah?
Jakarta, CNBC Indonesia - Apple secara resmi memperkenalkan trio iPhone 11, yakni iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max dalam acara #AppleEvent, Selasa (10/9/2019) waktu setempat. Untuk pertama kalinya Apple menawarkan iPhone baru dengan harga yang lebih murah dari iPhone tahun sebelumnya.

Merespon rilis produk baru tersebut, pada pukul 14:30 WIB harga saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) diperdagangkan menguat 4,32% menjadi Rp 1.810/unit saham, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) juga melesat 17,26% ke level Rp 394/unit saham.

Wajar, saja, harga saham kedua distributor gawai tersebut melesat dikarenakan keduanya mendistribusikan produk merek Iphone di Indonesia. Nasib sebaliknya menimpa PT Global Teleshop Tbk (GLOB) yang melepas bisnis ritel gerai Apple miliknya. Sahamnya terkoreksi 0,42% ke Rp 470 per unit (15:00 WIB),


Secara teknikal, saham ERAA dan TELE sedang bullish karena bergerak di atas rata-rata nilai sahamnya dalam lima hari terakhir (Moving Average Five/MA5). Selain itu, volume perdagangan keduanya meningkat tajam yang menandakan sahamnya sedang banyak diburu para pelaku pasar.

Nilai transaksi saham ERAA Selasa (10/9) kemarin mencapai Rp 197 miliar, angka tersebut meningkat drastis dibanding sehari sebelumnya senilai Rp 34 miliar. Adapun transaksi TELE kemarin sebesar Rp 37,2 miliar berbanding Rp 5,5 miliar transaksi sebelumnya.

Ada potensi harga saham ERAA kembali naik menguji level penghalang kenaikannya (resistance level) pada Rp 1.850/unit saham dalam beberapa minggu ke depan. Ruang penguatannya cukup terbuka karena belum menyentuh level jenuh belinya (overbought), menurut indikator Relative Strength Index (RSI).

iPhone Rilis Produk Baru, Kemana Arah Saham ERAA &_ HOLDDDSumber: Tim Riset CNBC Indonesia, Refinitiv (Reuters)
Sedangkan pada saham TELE berpotensi menguji resistance level pada harga Rp 470/unit saham dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun indikator RSI telah menunjukkan bahwa saham tersebut telah jenuh beli, namun karena trennya yang sedang naik ada potensi harganya naik menguji resistance level sahamnya.

iPhone Rilis Produk Baru, Kemana Arah Saham ERAA &_ HOLDDDSumber: Tim Riset CNBC Indonesia, Refinitiv (Reuters)

TIM RISET CNBC INDONESIA
(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading