Axiata-Telenor Akan Merger, Saham EXCL Diburu Investor asing

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
06 September 2019 19:02
Pada Mei, pasar global dikejutkan rencana merger Axiata dan Telenor untuk menciptakan raksasa bisnis telekomunikasi di Asia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada Mei lalu, pasar global dikejutkan rencana penggabungan perusahaan telekomunikasi besar dunia yakni Axiata dan Telenor. Mereka berencana menggabungkan aset telekomunikasi mereka di Asia untuk menciptakan raksasa bisnis telekomunikasi.

Seperti diberitakan bahwa kedua perusahaan akan membuat holding company (Mergedco), di mana Telenor akan memegang saham mayoritas sebanyak 56,5%, sementara Axiata akan memegang 43,5%. Dikutip dari laman The Star, dua sumber eksekutif yang mengetahui pembicaraan tersebut mengungkapkan bahwa mega-merger itu mengalami hambatan.

Meski ada beberapa kendala, pembahasan antara keduanya masih berlangsung. "Ini adalah one of biggest merger, dan perusahaan global, due dilligence [uji tuntas] masih berlangsung. Dulu XL dengan Axis [akuisisi] yang satu negara saja ribet," kata Dian di kantornya, Kamis (05/09/2019).


"Kedua belah pihak mencoba level terbaik mereka, karena merger akan membawa mereka melampaui batas guna menciptakan kekuatan besar [powerhouse] di Asia. Tetapi adanya kerumitan dan beberapa pertimbangan panjang dari sisi komersial, nasionalisme, dan kepentingan staf membuat deal ini sangat menantang," kata sumber tersebut, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (5/9/2019).

PT XL Axiata Tbk (EXCL) merupakan anak usaha dari Axiata, adanya pembahasan merger tersebut direspon positif oleh pelaku pasar asing. Dalam sepekan terakhir, EXCL menjadi buruan utama asing dengan nilai beli bersih (net buy) Rp 98,6 miliar. Secara bulanan, EXCL menjadi buruan kedua asing atau hanya kalah dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Pada penutupan perdagangan bursa hari ini Jumat (6/9/19), Saham EXCL terkoreksi sebanyak 250 poin atau turun 7,1% terhenti pada level Rp 3.270/unit saham. Investor asing masih tercatat melakukan net buy dengan nilai Rp 125,8 miliar di pasar reguler.

Perkembangan Harga Saham EXCL:



TIM RISET CNBC INDONESIA

 

Artikel Selanjutnya

Saling Sikut Emiten di Klasemen Market Cap Rp 100 T


(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading