Lupakan Kaesang, Ini Prospek BUMI Berdasarkan Teknikal

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
29 August 2019 14:38
Belakangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi perhatian para pelaku pasar dan bahkan masyarakat secara umum.
Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi perhatian para pelaku pasar dan bahkan masyarakat secara umum.

Hal ini disebabkan cuitan Kaesang Pangarep (putra bungsu Presiden Jokowi) yang menyebut bahwa investor bisa membeli saham perusahaan batu bara hanya dengan harga Rp 9.100.

"Kenapa harus menyiksa diri kalau sebenarnya bisa beli 1 lot saham batu bara dengan Rp 9100," tulis Kaesang di Twitter, Selasa (27/8/2019).

Hingga pukul 13:55 saham BUMI diperdagangkan pada level harga Rp 96/unit saham, melesat 6,67%. Volume transaksi sahamnya mencapai 390,85 juta unit senilai Rp 37,5 miliar.


Sejak awal tahun harga saham BUMI masih terkoreksi 6,8%. Sejatinya kinerjanya masih lebih naik dari sektor pertambangan (mining) di Bursa Efek yang tercatat mengalami penurunan 10,65% hingga Rabu (28/08/2019).


Di tingkat global, harga batu bara cenderung terkoreksi karena khawatir muncul resesi secara global akibat perang dagang yang masih berkecamuk. Harga batu bara acuan Ice Europe Newcastle kontrak pengiriman September tercatat turun 1,41% ke level US$ 63,1/metrik ton. Dengan demikian harga batu bara Newcastle tersebut mengalami koreksi 37,77% sejak awal tahun 2019.

Secara teknikal, tren sahamnya bergerak (downtrend) sejak 24 Januari lalu. Di mana puncak-puncak harga sahamnya terlihat bergerak lebih rendah (lower high).
Sumber: Refinitiv


Secara jangka pendek sahamnya sedang bullish, hal ini terlihat dari posisi harganya yang sedang bergerak di atas rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving average five/MA5).

Ada potensi harganya menguji level harga Rp 110/unit saham, sebagai penghalang kenaikan harganya yang terdekat (resistance level).

Secara momentum, ruang penguatannya masih cukup terbuka mengingat harganya belum menyentuh level jenuh belinya (overbought), menurut indikator teknikal Relative strength index (RSI).

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Harga Batu Bara Naik & Tunggu PKP2B, Saham BUMI Terangkat


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading