Walau AS-China Bisa Panas Lagi, Bursa Asia Tetap Menghijau

Market - Houtmand P Saragih & Anthony Kevin, CNBC Indonesia
22 August 2019 09:09
Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan di zona hijau pada perdagangan hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan di zona hijau pada perdagangan hari ini. Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei menguat 0,42%, indeks Hang Seng naik tipis 0,01%, indeks Straits Times terapresiasi 0,14%, dan indeks Kospi bertambah 0,1%. Hanya indeks Shanghai yang tercatat melemah, yakni sebesar 0,14 poin.

Bursa saham Benua Kuning berhasil mengikuti jejak Wall Street yang mengakhiri perdagangan kemarin (21/8/2019) di zona hijau: indeks Dow Jones melejit 0,93%, indeks S&P 500 naik 0,82%, dan indeks Nasdaq Composite bertambah 0,9%.

Kinerja Wall Street yang oke dilandasi oleh rilis kinerja keuangan yang menggembirakan dari para peritel yang melantai di sana, yakni Target and Lowe's. Pada penutupan perdagangan, harga saham Target melesat 20,4%, sementara harga saham Lowe's melejit 10,4%.


Di sisi lain, kekhawatiran bahwa perang dagang AS-China akan tereskalasi membatasi aksi beli yang dilakukan pelaku pasar saham Benua Kuning. Untuk kesekian kalinya, Presiden AS Donald Trump kembali "menelanjangi" China di hadapan publik.

Berbicara di hadapan reporter sebelum berangkat ke Kentucky, Trump mengatakan bahwa dirinya merupakan "sosok yang terpilih" karena berani melawan praktek perdagangan curang yang selama ini dieksekusi oleh China.

"Ini bukanlah perang dagang saya, ini adalah sebuah perang dagang yang harusnya sudah berlangsung sejak dulu," kata Trump di area Gedung Putih, melansir CNBC International.

"Seseorang harus melakukannya. Saya adalah sosok yang terpilih (the Chosen One)," lanjut Trump sembari memandang ke langit.

Trump juga mengumbar bahwa sejauh ini, AS merupakan pihak yang menjadi pemenang dalam perang dagang dengan China.

"Saya melawan China di bidang perdagangan, dan anda tahu? Kita memenangkannya."

Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai US$ 250 miliar, sementara pihak China membalas dengan mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal AS senilai US$ 110 miliar.

Pada awal bulan ini, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak perang dagang. Kebijakan ini sejatinya akan mulai berlaku pada tanggal 1 September, sebelum kemudian AS merubah keputusannya.

Belum lama ini, Kantor Perwakilan Dagang AS pada hari ini mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Kantor Perwakilan Dagang AS dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa keputusan ini dilandasi oleh alasan "kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya", dilansir dari CNBC International.

Lebih lanjut, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember. Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.

Namun, penundaan bea masuk tersebut dilakukan guna menjaga konsumsi masyarakat AS di musim liburan sehingga tak begitu dipandang sebagai etikat baik oleh China.

Kini, aksi Trump yang kembali "menelanjangi" China di hadapan publik dikhawatirkan akan membuat perang dagang kedua negara kembali tereskalasi.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading