Pidato RAPBN 2020 Balikkan Pasar SUN Jadi Positif

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
16 August 2019 19:29
Pidato RAPBN 2020 Balikkan Pasar SUN Jadi Positif Foto: Sun, Ilustrasi Oligasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, setelah pemerintah menyampaikan rancangan anggaran 2020 di depan wakil rakyat tadi siang yang dianggap positif oleh pelaku pasar. Tadi pagi, pasar dibuka terkoreksi hingga siang.

Naiknya harga surat utang negara (SUN) tidak senada dengan koreksi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara lain.  

Data Refinitiv menunjukkan menguatnya/terkoreksinya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menaikkan/menurunkan tingkat imbal hasilnya (yield).  Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya.


Yield yang menjadi acuan hasil investasi yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.
 

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. Keempat seri yang menjadi acuan pasar adalah FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun.  

Seri acuan yang paling menguat adalah FR0078 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 4,7 basis poin (bps) menjadi 7,41%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.   


Yield Obligasi Negara Acuan 16 Aug'19
Seri Jatuh tempo Yield 15 Aug'19 (%) Yield 16 Aug'19 (%) Selisih (basis poin) Yield wajar IBPA 16 Aug'19 (%)
FR0077 5 tahun 6.842 6.814 -2.80 6.7368
FR0078 10 tahun 7.46 7.413 -4.70 7.3594
FR0068 15 tahun 7.799 7.809 1.00 7.71
FR0079 20 tahun 7.909 7.871 -3.80 7.8205
Avg movement -2.57
Sumber: Refinitiv  


Apresiasi pasar obligasi pemerintah hari ini tercermin pada harga obligasi wajarnya, di mana indeks INDOBeX Government Total Return milik PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI/IBPA) masih menguat.

Indeks tersebut naik 0,68 poin (0,27%) menjadi 258,17 dari posisi kemarin 257,48.
 Penguatan SBN hari ini juga membuat selisih (spread) obligasi rupiah pemerintah tenor 10 tahun dengan surat utang pemerintah AS (US Treasury) tenor serupa mencapai 568 bps, menyempit dari posisi kemarin 593 bps.

Yield US Treasury 10 tahun naik lagi hingga 1,54% dari posisi kemarin 1,52%. Terkait dengan pasar US Treasury, saat ini masih terjadi inversi pada beberapa seri, yang lumrah terjadi sejak perang dagang China-AS memanas pada April lalu. 

Saat ini pelaku pasar global lebih menantikan inversi yang terjadi pada tenor 3 bulan-10 tahun dan 2 tahun-10 tahun yang mulai terjadi pada awal tahun tetapi timbul dan tenggelam, sebagai indikator yang lebih menegaskan kembali bahwa potensi resesi AS semakin dekat dibanding inversi tenor lain. 

Inversi adalah kondisi lebih tingginya yield seri lebih pendek dibanding yield seri lebih panjang. Inversi tersebut membentuk kurva yield terbalik (inverted yield curve), yang menjadi cerminan investor lebih meminati US Treasury seri panjang dibanding yang pendek karena menilai akan terjadi kontraksi jangka pendek, sekaligus indikator adanya potensi tekanan ekonomi bahkan hingga krisis. 


Yield US Treasury Acuan 16 Aug'19
Seri Benchmark Yield 15 Aug'19 (%) Yield 16 Aug'19 (%) Selisih (Inversi) Satuan Inversi
UST BILL 2019 3 Bulan 1.905 1.894 3 bulan-5 tahun 45.7
UST 2020 2 Tahun 1.506 1.513 2 tahun-5 tahun 7.6
UST 2021 3 Tahun 1.449 1.457 3 tahun-5 tahun 2
UST 2023 5 Tahun 1.424 1.437 3 bulan-10 tahun 34.9
UST 2028 10 Tahun 1.537 1.545 2 tahun-10 tahun -3.2
Sumber: Refinitiv  

Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.005,76 triliun SBN, atau 38,7% dari total beredar Rp 2.598 triliun berdasarkan data per 14 Agustus.  

Angka kepemilikannya masih positif Rp 112,51 triliun dibanding posisi akhir Desember Rp 893,25 triliun, sehingga persentasenya masih naik dari 37,71% pada periode yang sama. Penguatan di pasar surat utang hari ini juga terjadi di pasar ekuitas dan rupiah di pasar valas, yang masing-masingnya naik 0,46% dan 0,21%.  

 
Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang
Negara Yield 15 Aug'19 (%) Yield 16 Aug'19 (%) Selisih (basis poin)
Brasil 7.255 7.245 -1.00
China 3.027 3.03 0.30
Jerman -0.701 -0.709 -0.80
Prancis -0.426 -0.424 0.20
Inggris 0.407 0.454 4.70
India 6.518 6.533 1.50
Jepang -0.238 -0.232 0.60
Malaysia 3.336 3.202 -13.40
Filipina 4.351 4.4 4.90
Rusia 7.38 7.32 -6.00
Singapura 1.647 1.688 4.10
Thailand 1.435 1.47 3.50
Amerika Serikat 1.527 1.545 1.80
Afrika Selatan 8.47 8.38 -9.00
Sumber: Refinitiv  


TIM RISET CNBC INDONESIA


(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading