The Fed Kian Dovish, Bursa Saham Asia Tancap Gas!

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
19 July 2019 09:20
The Fed Kian Dovish, Bursa Saham Asia Tancap Gas!
Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh bursa saham utama kawasan Asia kompak dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei menguat 0,48%, indeks Shanghai naik 0,29%, indeks Hang Seng terapresiasi 0,43%, indeks Straits Times bertambah 0,22%, dan indeks Kospi melonjak 0,66%.

Aura dovish dari The Federal Reserve (The Fed) selaku bank sentral AS yang kian terasa sukses memantik aksi beli di bursa saham regional. Aura dovish tersebut kian terasa pasca John Williams selaku New York Federal Reserve President mengatakan bahwa The Fed perlu untuk "bertindak cepat" di tengah pelemahan ekonomi yang saat ini tengah terjadi, dilansir dari CNBC International.

"Lebih baik untuk mengambil langkah pencegahan ketimbang menunggu datangnya bencana," kata Williams.


Di sisi lain, potensi memanasnya perang dagang AS-China membatasi kinerja bursa saham Benua Kuning. Potensi memanasnya perang dagang AS-China menjadi kian nyata pasca Wall Street Journal melaporkan bahwa proses negosiasi dagang AS-China kini mandek, seperti dilansir dari CNBC International. Penyebabnya, kedua negara tak mampu mencapai kata sepakat terkait dengan kasus Huawei.

Seperti yang diketahui, pada bulan Mei Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional di sektor teknologi melalui sebuah perintah eksekutif. Dengan aturan itu, Menteri Perdagangan Wilbur Ross menjadi memiliki wewenang untuk memblokir transaksi dalam bidang teknologi informasi atau komunikasi yang menimbulkan risiko bagi keamanan nasional AS.

Bersamaan kebijakan ini, Huawei Technologies dan 70 entitas terafiliasi dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang dilarang membeli perangkat dan komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Sejatinya pasca Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Jepang pada akhir bulan lalu, Trump mengatakan bahwa dirinya akan melonggarkan sanksi yang diberikan terhadap Huawei. Namun, hingga kini AS masih menimbang seberapa besar keringanan yang akan diberikan kepada raksasa pembuat perangkat telekomunikasi asal China tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading