Analisis Teknikal

Menebak Arah IHSG Setelah BI Turunkan Suku Bunga

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
19 July 2019 09:06
Menebak Arah IHSG Setelah BI Turunkan Suku Bunga
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin mampu ditutup menguat 0,14% ke level 6.403, Kamis (18/7/2019).

Untuk perdagangan hari ini Jumat (19/07/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Pergerakannya akan dipengaruhi oleh kondisi luar serta domestik.

Dari Wall Street Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama berakhir positif pagi tadi. Data pasar menunjukkan Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat tipis 0,01%, S&P 500 melesat 0,8%, lalu Nasdaq Composite ditutup naik 0,3%.


Bursa saham Negeri Paman Sam menggeliat setelah pada sore hari waktu setempat kemarin, Presiden The Fed Cabang New York John Williams mengatakan bank sentral perlu "bergerak cepat" ketika ekonomi melambat.

"Lebih baik mengambil tindakan pencegahan daripada menunggu sampai bencana terjadi," ujar Williams dikutip dari CNBC International.

Selepas komentar Williams, investor meningkatkan taruhan mereka bahwa The Fed bisa memangkas suku bunga acuan AS atau Federal Funds Rate (FFR) lebih dalam dari 25 basis poin (bps) untuk pertemuan akhir Juli mendatang.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengumumkan kebijakan suku bunga terbarunya. Hasilnya sesuai dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan terjadi penurunan BI 7 Day RR sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.

Selepas pengumuman tersebut, bursa mulai bergerak menghijau karena aksi borong investor lokal. Perdagangan berlangsung cukup meriah dengan mencatatkan Rp 10,3 triliun rupiah. Namun sayang investor asing lebih memilih melepas saham miliknya sehingga penguatan IHSG menjadi kurang kuat.

Secara teknikal, IHSG masih pada jalur kenaikan jangka pendeknya. Pola lilin putih pendek (short white candle) dengan ekor pendek yang terbentuk kemarin menggambarkan kontinuitas pergerakan IHSG kemarin.
Sumber: Refinitiv
Meski demikian penguatan IHSG diyakini tidak akan terlalu besar mengingat potensi koreksi yang ditunjukkan indikator teknikal Relative Strength Index (RSI). Menurut indikator tersebut IHSG cenderung masih mengarah turun.

Adapun pergerakan IHSG diperkirakan tidak terlalu besar hari ini, potensi pergerakannya pada rentang 6.390 hingga 6.450.

TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading