Fokus Investor

Softex Incar Dana Rp 7 T dari Bursa, BRI & BCA Pecah Rekor

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 July 2019 08:02
Softex Incar Dana Rp 7 T dari Bursa, BRI & BCA Pecah Rekor
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham domestik sepanjang perdagangan Kamis kemarin (11/7/2019) kembali melanjutkan penguatan 0,1% ke 6.417,07. Semenjak perdagangan dibuka, Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0,22%.

Performa IHSG senada dengan laju bursa saham Benua Kuning yang ditutup di teritori positif: indeks Nikkei naik 0,51%, indeks Shanghai menguat 0,08%, indeks Hang Seng melejit 0,81%, indeks Straits Times terapresiasi 0,37%, dan indeks Kospi melesat 1,06%.

Sentimen positif bagi bursa saham Asia datang dari rilis risalah (minutes of meeting) pertemuan The Federal Reserve (The Fed) edisi Juni 2019. Melalui risalah ini, semakin terkonfirmasi bahwa The Fed memiliki intensi untuk memangkas tingkat suku bunga acuan dalam waktu dekat.


Sebelum perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat (12/7/2019) dibuka, ada baiknya kembali mencermati aksi dan peristiwa emiten sebagaimana dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:

1. Sowan ke BEI, Softex Berpotensi Jadi IPO Terbesar Rp 7 T
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan telah bertemu dengan manajemen calon emiten baru, PT Softex Indonesia yang menyampaikan minat untuk segera melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di papan bursa.

Pemberitaan sebelumnya menyebutkan bahwa perusahaan produsen produk sanitary dan pembalut wanita ini menargetkan dana hingga mencapai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,05 triliun (asumsi kurs Rp 14.100/US$) dari aksi korporasi tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD N Yetna Setia mengatakan pihak perusahaan sudah menemui manajemen bursa, namun belum menyampaikan dokumen secara formal ke bursa untuk merealisasikan niatnya tersebut.

Jika Softex merealisasikan niatnya untuk melantai di bursa tahun ini dan sesuai dengan target rencana awal, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan ini akan menjadi emiten jumbo pertama yang tercatat di BEI tahun ini.

2.Saham BRI Kembali Cetak Rekor
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pada akhir perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) harga saham perusahaan ditutup di level Rp 4.510/unit saham dengan total volume perdagangan mencapai 30,75 juta unit.

BBRI sebelumnya juga pernah menembus rekor tertinggi pada pertengahan April lalu ke level Rp 4.460, dan hari ini (11/7/2019), perusahaan kembali mengukir sejarah.

Seiring dengan kenaikan harga sahamnya, kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) BBRI juga melesat ke angka Rp 556,29 triliun.

3.Sempat Galau, Perusahaan Baja di Cikarang Ini Siap IPO
PT Kresna Sekuritas menyebutkan calon emiten yang sempat menunda aksi korporasi untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offfering/IPO) yakni PT Gunung Raja Paksi akan merealisasikannya dalam waktu dekat ini.

Perusahaan produsen lembaran baja tersebut akan menggunakan laporan keuangan Maret 2019 untuk proses IPO tersebut, sehingga tenggat dokumen tersebut yakni pada September.

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budianto mengatakan perusahaan tersebut akan melepas 10% sahamnya ke publik. Rencana ini sudah tertunda dua kali, setelah sebelumnya perusahaan berencana untuk menggunakan laporan keuangan yang berakhir pada Juni dan Desember 2018.

"Ada perusahaan manufaktur, Gunung Raja Paksi itu, nanti akan lepas 10%," kata Octavianus di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Kresna bertindak sebagai salah satu penjamin emisi perusahaan atau underwriters.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa target dana yang digaet dari aksi korporasi ini bisa di atas Rp 1 triliun.


4.Sepekan Saham Naik 300%, Ini Penjelasan Manajemen Trikomsel
Manajemen PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) angkat bicara soal harga saham yang naik signifikan belakangan ini. Penjelasan tersebut disampaikan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada perseroan.

Dalam sebulan terakhir harga saham Trikomsel tercatat mengalami penguatan hingga 448%. Sementara dalam sebulan terakhir harga saham Trikomsel tercatat naik 308,96%. Pada perdagangan kemarin, harga saham Trikomsel kembali melesat 24,55% ke level Rp 274/unit.

"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagai mana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015," ujar Corporate Secretary Trikomsel Mely, melalui keterbukaan informasi yang disampaikan, Kamis (11/6/2019).

Selain itu, perseroan juga menyampaikan tidak mengetahui ada aktivitas dari pemegang saham tertentu. Mely juga menegaskan, perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.

5.Waskita Raih Kontrak Baru Rp 7,2 T, Sahamnya Amblas
Emiten konstruksi di bawah kendali BUMN Hutama Karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan kontrak baru senilai Rp 7,2 triliun hingga Mei 2019.

Nilai kontrak baru tersebut ditopang oleh beberapa proyek yang sedang dikerjakan perseroan yakni Bandara Internasional Juanda, Surabaya, senilai Rp 623 miliar, renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta Rp 423 miliar, dan Jalan Tol Becakayu Seksi 2A senilai Rp 773 miliar.

"Selain itu proyek Bandara Internasional Hasanuddin Makassar senilai Rp 422 miliar, dan Rest Area Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar Rp 343 miliar," tulis manajemen Waskita Karya, dalam keterangan pers, Kamis (11/7/2019).

6. Tak Mau Kalah, Harga Saham BCA juga Tembus Rekor
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada penutupan perdagangan hari ini Kamis (11/7/2019) ditutup menguat tipis hanya 0,42% pada level Rp 30.125/unit saham. Namun demikian, kenaikan tersebut sudah cukup membawa harganya mencetak rekor (all time high).

Sejak awal tahun, kinerja harga saham BBCA mengalami kenaikan 15,8%. Kinerja tersebut aham BCA hari ini membuat bobot smengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh hanya 3,59% serta kinerja indeks sektor keuangan yang tumbuh 12,3%.

Kabar kontrak baru perseroan ini tampaknya belum direspons baik oleh pelaku pasar, khususnya investor lokal yang melakukan aksi jual (net sell), sementara investor asing justru masuk Rp 1,29 miliar, pada perdagangan Kamis ini seperti terangkum dalam data Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham WSKT pada pukul 10.30 WIB, minus 0,5% di level Rp 2.000/saham.


Saham BRI Tembus Rekor Baru
[Gambas:Video CNBC] (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading