Sepanjang Mei, Kinerja Reksa Dana Saham Unggul atas IHSG

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
10 June 2019 - 18:03
Sepanjang Mei, Kinerja Reksa Dana Saham Unggul atas IHSG
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang Mei, kinerja investasi reksa dana saham mampu melampaui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Meskipun masih minus, hitungan PT Invofesta Utama menunjukkan Indeks Reksa Dana Saham Infovesta (Infovesta Equity Fund Index) turun (loss) 3,31%, masih lebih kecil daripada koreksi IHSG 3,81% menjadi 6.209 dari 6455 sepanjang bulan lalu. 

Kondisi itu mengindikasikan manajer investasi masih lebih baik mengelola portofolio produk investasi berbasis saham tersebut, terutama pada 30 produk reksa dana saham (RD saham) yang berkinerja positif sehingga mengungguli RD saham lain yang kinerjanya searah IHSG, terkoreksi. 


Padahal, jumlah RD saham yang kinerjanya negatif pada Mei mencapai 248 produk, delapan kali lipat lebih banyak daripada yang membukukan keuntungan investasi (return). 

Catatan Infovesta menunjukkan produk RD saham yang kinerjanya paling meroket ketika mayoritas saham memerah di bursa bulan lalu adalah Sentra Ekuitas Berkembang, Pacific Equity Flexi Fund, Emco Mantap, Emco Growth Fund, dan OSO Andalas Equity Fund. 

Produk lain yang juga berkinerja 'hijau' adalah Emco Saham Barokah Syariah, Asanusa Saham Syariah Fund, Asanusa Enhanced Strategy Fund, Asia Raya Syariah Saham Barokah, dan VMI Dana Saham. 




Data Infovesta yang sama juga menunjukkan Indeks Reksa Dana Pasar Uang Infovesta (Infovesta Money Market Fund) seperti biasa, menjadi satu-satunya indeks reksa dana yang positif 0,4% di kala pasar saham dan pasar obligasi terkoreksi. 

Dari 135 RD pasar uang yang diteliti Infovesta, kinerja sebanyak 131 produk naik dan hanya empat produk yang turun. 

Turunnya kinerja reksa dana campuran (RD campuran) dan reksa dana pendapatan tetap (RD pendapatan tetap) tercermin dari Indeks Reksa Dana Campuran Infovesta (Infovesta Balanced Fund Index) dan Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap (Infovesta Fixed Income Fund Index) 2,14% dan 0,07%. 

Dari total 170 RD campuran, 23 produk jenis itu masih menguat dan 147 produk masih terkoreksi kinerjanya, dan dari total 270 RD pendapatan tetap ada 131 produk yang positif dari 139 produk negatif. 

Bulan lalu, koreksi tidak hanya terjadi di pasar saham tetapi juga pasar obligasi, terutama pasar obligasi negara.

Penurunan harga obligasi mendongkrak tingkat imbal hasil (yield) obligasi terutama obligasi acuan sehingga yield tenor 10 tahun yang kerap menjadi acuan pasar naik 22 basis poin menjadi 8,02% dari akhir bulan lalu 7,8%. 

Koreksi pasar obligasi juga dapat dilihat dari Indeks Obligasi Pemerintah Infovesta (Infovesta Government Bond Index) yang turun 0,52% sedangkan obligasi korporasi masih menguat tipis yaitu pada indikator Indeks Obligasi Korporasi Infovesta (Infovesta Corporate Bond Index) yang naik 0,4%.  











TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading