Huawei Dapat Kelonggaran, Wall Street Diproyeksi Menguat

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
21 May 2019 19:06
Huawei Dapat Kelonggaran, Wall Street Diproyeksi Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks-indeks acuan di bursa saham Negeri Paman Sama terindikasi dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (21/5/2015).

Pada pukul 19:00 WIB, kontrak future Dow Jones dan Nasdaq Composite mengimplikasikan kenaikan masing-masing sebesar 129,1 poin dan 48,75 poin. Sementara S&P 500 diimplikasikan menguat 16,07 poin.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada hari Senin (20/5/2019) waktu setempat memutuskan untuk melonggarkan sejumlah larangan yang dikenakan kepada perusahaan teknologi raksasa asal China, Huawei.


Departemen Perdagangan AS mengizinkan Huawei Technologies Co Ltd untuk membeli barang-barang buatan AS selama 90 hari ke depan atau hingga 19 Agustus 2019. Keputusan tersebut diambil demi mempertahankan jaringan yang sudah ada saat ini dan menyediakan pembaruan (update) piranti lunak bagi ponsel-ponsel Huawei yang sudah ada saat ini, dilansir dari Reuters.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, induk Google, Alphabet Inc menyampaikan akan bekerjasama dengan Huawei hingga 19 Agustus.

"Menjaga agar telepon selalu up to date dan aman adalah kepentingan semua pihak, dan lisensi sementara ini memungkinkan kami untuk terus memberikan pembaruan perangkat lunak dan patch keamanan untuk model yang sudah ada selama 90 hari ke depan," ujar juru bicara Google dikutip CNBC International.

Akan tetapi, pihak Huawei mengungkapkan bahwa kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah AS tidak berarti besar bagi perusahaan. Pasalnya Huawei sudah melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan guna menghadapi pemblokiran yang dilakukan AS.

"Langkah-langkah (pemblokiran) pemerintah AS pada saat ini meremehkan kemampuan kami," pendiri Huawei Ren Zhengfe dalam interview dengan CCTV, dilansir dari Reuters.

Lebih lanjut Huawei juga menyampaikan bahwa Alphabet Inc sejatinya tidak memiliki motivasi untuk memblokir kerja sama mereka.

"Kami bekerja sama dengan Google untuk mencari tahu bagaimana Huawei dapat menangani situasi dan dampak dari keputusan Departemen Perdagangan AS," ujar perwakilan Huawei Abraham Liu dilansir Reuters.

Pada hari ini investor akan mencermati rilis penjualan rumah bulan April.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading