Bara Perang Dagang AS-China Lelehkan Bursa Saham Asia

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
21 May 2019 18:15
Bara Perang Dagang AS-China Lelehkan Bursa Saham Asia
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia menutup perdagangan pada Selasa ini (21/5/2019) di zona merah: indeks Nikkei turun 0,14%, indeks Hang Seng juga turun 0,47%, dan indeks Straits Times terkoreksiĀ 0,69%.

Bara perang dagang AS-China yang masih panas sukses memantik aksi jual di bursa saham regional. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional di sektor teknologi melalui sebuah perintah eksekutif.

Dengan aturan itu, Menteri Perdagangan Wilbur Ross memiliki wewenang untuk memblokir transaksi dalam bidang teknologi informasi atau komunikasi yang menimbulkan risiko bagi keamanan nasional AS.



Bersamaan kebijakan ini, Huawei Technologies dan 70 entitas terafiliasi dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang dilarang membeli perangkat dan komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Sejatinya, AS sudah coba mendinginkan suasana. Pada hari Senin (20/5/2019) waktu setempat, AS melonggarkan sejumlah larangan yang dikenakan pekan lalu terhadap Huawei.

Departemen Perdagangan AS mengizinkan Huawei Technologies Co Ltd untuk membeli barang-barang buatan AS selama 90 hari demi mempertahankan jaringan yang sudah ada saat ini dan menyediakan pembaruan (update) piranti lunak bagi ponsel-ponsel Huawei yang sudah ada saat ini, dilansir dari Reuters.

Namun, etikat baik AS tak disambut oleh baik oleh Huawei (yang berarti amarah pemerintah China belum bisa diredam).

Pendiri Huawei Ren Zhengfe mengatakan dalam serangkaian wawancara dengan media pemerintah China bahwa pelonggaran yang diberikan AS tak berarti besar bagi perusahaan lantaran pihaknya sudah melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan guna menghadapi pemblokiran yang dilakukan AS.

"Langkah-langkah (pemblokiran) pemerintah AS pada saat ini meremehkan kemampuan kami," kata Ren dalam interview dengan CCTV, dilansir dari Reuters.



Bara Perang Dagang & Data Ekonomi Lemahkan Bursa AsiaFoto: CNBC Indonesia

Jika AS tak menghentikan secara total pemblokiran yang mereka lakukan terhadap Huawei, bisa jadi AS dan China tak akan pernah kembali ke meja perundingan dan perang dagang kedua negara sangat mungkin tereskalasi lagi.

Selain itu, rilis data ekonomi yang mengecewakan ikut memantik aksi jual di bursa saham regional.

Pada hari ini, pembacaan akhir untuk angka pertumbuhan ekonomi Singapura periode kuartal-I 2019 diumumkan di level 1,2% secara tahunan, lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 1,3%.

Capaian tersebut juga berada di bawah konsensus yang sebesar di 1,5% dan merupakan laju pertumbuhan ekonomi terendah sejak kuartal IV-2015, dilansir Trading Economics.

Perlambatan ekonomi Singapura pada 3 bulan pertama tahun ini terutama disebabkan oleh melemahnya aktivitas industri manufaktur yang mencatatkan kontraksi 0,5% secara tahunan, dari sebelumnya tumbuh 4,6%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading