Ini Kata Pengusaha Soal Rencana Demo 22 Mei 2019

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
20 May 2019 09:37
Jika demo berlangsung kacau akan merugikan ekonomi Indonesia dan aktifitas binis akan tergganggu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan pelaku usaha berharap jelang pengumuman hasil Pilpres oleh KPU pada tanggal 22 Mei 2019 situasi politik tetap kondusif meski ada rencana aksi unjuk rasa atau demonstrasi. Jika demo berlangsung kacau akan merugikan ekonomi Indonesia dan aktifitas binis akan tergganggu.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta Sarman Simanjorang melalui keterangan resminya, Senin (20/5/2019).

Lebih lanjut, Sarman mengatakan, pada dasarnya, pelaku usaha selalu mengharapkan situasi dan kondisi yang kondusif, aman dan nyaman sehingga tidak mengganggu aktivitas bisnis dan perekonomian. Terlebih, Jakarta sebagai kota jasa, pusat perputaran hampir 60% uang Indonesia dan menguasai hampir 17% ekonomi Indonesia tentu sangat sensitif dengan isu-isu yang dapat mempengaruhi psikologis pasar.

Untuk itu, Sarman mengimbau, agar pelaku usaha tidak perlu kawatir, dan tetap menjalankan aktivitas usahanya seperti biasa.


"Para pelaku usaha di pusat-pusat perdagangan dan mall seperti pemilik toko, showroom, restoran, cafe dan usaha lainnya agar tetap buka sembari cermat membaca situasi dan kondisi menjelang pengumuman hasil Pilpres oleh KPU pada 22 Mei nanti sehingga dapat mengantisipasinya," ujar Sarman.

Sebab, lanjutnya, lokasi kantor KPU jauh dari pusat pusat bisnis, sehingga ia menilai, kalaupun ada kerumunan massa tidak akan mempengaruhi aktivitas bisnis. "Waspada boleh akan tetapi jangan terlalu khawatir,pelaku usaha harus optimistis bahwa proses politik di tanah air akan berjalan dengan aman dan damai."

"Yang kami harapkan jika ada unjuk rasa agar tetap berjalan damai, aman dan kondusif, tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu ketenteraman ibukota," imbuhnya.

"Kami yakin dan percaya aparat keamanan kita dapat mengawal pengumuman KPU secara profesional dengan mengedepankan dialog dan pendekatan yang persuaif sehingga para pengunjuk rasa merasa nyaman menyampaikan aspirasinya," tambahnya.

Ia juga menyampaikan, pesan positif harus dapat ditunjukkan kepada para investor sehingga setelah pengumuman hasil Pilpres, mereka tidak ragu untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia. Sebab, para investor butuh kepastian hukum, kebijakan yang pro bisnis dan pro dunia usaha, pelayanan dan kondisi yang kondusif.

"Semoga ditengah gejolak perang dagang Amerika dan Tiongkok ekonomi kita tetap tumbuh dengan baik dan momentum Ramadan dan Idul Fitri dapat meningkatkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang nanti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal kedua, lebih baik dari kuartal pertama sebesar 5,07%, jauh dari target sebesar 5,2%," pungkasnya.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading