Analisis Teknikal

4 Hari Tak Pernah Hijau, Begini Nasib IHSG Jelang Akhir Pekan

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
16 May 2019 18:07
4 Hari Tak Pernah Hijau, Begini Nasib IHSG Jelang Akhir Pekan
Jakarta,CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Kamis (16/5/2019), kembali terkoreksi sebesar 1,42% ke level 5.895. IHSG belum sekalipun menguat minggu ini dan selalu di tutup anjlok di atas 1%.

Meskipun Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunganya yakni BI 7 day RR di level 6%, IHSG belum juga memperlihatkan tanda-tanda berbalik arah, bahkan di tutup mendekati area terlemahnya.

Sentimen negatif dari data neraca dagang RI yang defisit sebesar US$ 2,56 masih membekas di benak pelaku pasar. Defisit tersebut merupakan yang terdalam sepanjang sejarah dan lebih dalam dari defisit kuartal I 2018 sebesar US$ 1,41 miliar.


Investor asing pun masih cenderung melanjutkan aksi jual portofolio sahamnya di bursa. Asing tercatat membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 828 miliar di pasar reguler. Sejak awal tahun, asing tercatat net sell 1,21 triliun.

Semua sektor di tutup memerah karena investor lokal juga dominan terlihat menjual. Secara persentase, sektor aneka industri melemah paling dalam dengan pelemahan sebesar 2,48%, diikuti sektor properti dengan pelemahan 2,11%.

Secara teknikal, IHSG masih dalam tekanan. Pola lilin hitam (black candle) yang terbentuk mengindikasikan kontinuitas tren penurunan pada perdagangan akhir pekan.
Sumber: Refinitiv
IHSG tampak nyaman bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5), sehingga potensi penguatan masih belum terlihat.

Indeks juga masih bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam dua ratus hari (MA200). Hal ini menunjukkan adanya koreksi pada pergerakan tren utama (major trend).

Adapun level penahan koreksinya (support) jika terjadi penurunan kembali esok hari berada di 5.800.

TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading