Butuh "Obat Kuat", Potensi Rebound IHSG Masih Terbatas

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
15 May 2019 08:42
Butuh
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin mengalami pelemahan 1,04% pada level 6.071. IHSG secara tahun berjalan masih minus 1,99%.

Untuk perdagangan hari ini Rabu (15/5/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Level pergerakan IHSG  berpotensi berada pada kisaran 6.000 hingga 6.100.

Sentimen negatif dari bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berpotensi menjalar ke benua Asia. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,82%, S&P 500 naik 0,8%, dan Nasdaq Composite naik 1,14%.


Wajar jika aksi beli mewarnai perdagangan di pasar saham AS kemarin. Pasalnya, Wall Street sudah babak belur pada perdagangan hari Senin. Pada perdagangan pertama di pekan ini tersebut, indeks Dow Jones jatuh 2,38%, indeks S&P 500 ambruk 2,41%, dan indeks Nasdaq Composite anjlok 3,41%.

Aksi beli yang dilakukan di bursa saham AS tak lepas dari kehadiran perkembangan positif terkait perang dagang itu sendiri. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa dirinya akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 pada akhir bulan depan di Jepang.

Dari sisi teknikal, hampir sama dengan bursa Wall Street potensi technical rebound IHSG tetap ada. Terbentuknya pola lilin hitam (black candle) yang disertai ekor manandakan potensi berbalik arah karena tekanan cukup dalam.
Foto: CNBC Indonesia/Yazid Muamar
Dalam jangka pendek IHSG mengalami tekanan, indeks masih bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5).

Fluktuasi pada IHSG berpotensi masih berlanjut, level penahan koreksinya (support) yang terdekat jika terjadi penurunan berada di 6.000.

(yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading