Setop! Pertikaian Pasca-Pilpres Bikin IHSG & Rupiah Terganggu

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 May 2019 10:44
Pada perdagangan Kamis (9/5/2019), IHSG dibuka melemah pada level 6.242,18 dari posisi perdagangan kemarin 6.270.20.
Jakarta, CNBC Indonesia - Polemik terkait hasil pemilihan presiden belum juga usai. Hal ini memberikan persepsi negatif bagi investor asing, tak ayal aksi jual pun tak terhindarkan dan membuat pasar saham dan nilai tukar Rupiah ikut tertekan.

Melansir data BEI, dalam sepekan terakhir, pelaku pasar asing membukukan jual bersih sebesar Rp 2,65 triliun di pasar reguler. Pada perdagangan Kamis (9/5/2019), IHSG dibuka melemah pada level 6.242,18 dari posisi perdagangan kemarin 6.270.20.

Adapun, bila dihitung sejak perdagangan pertama selepas pilpres hingga penutupan perdagangan kemarin, Rabu (8/5/2019), investor asing sudah membukukan jual bersih senilai Rp 3,4 triliun di pasar reguler. Dalam periode tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 3,26%.


Walau sudah selesai digelar pada tanggal 17 April silam, bagi pelaku pasar saham ternyata pilpres masih jauh dari kata usai. Wait and see terkait dengan hasil pilpres ini membuat investor asing memilih untuk melego terlebih dahulu saham-saham di tanah air.

Memang, hasil hitung cepat alias quick count dari sejumlah lembaga kompak menempatkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang. Tak hanya quick count, real count yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun menempatkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang.

Hingga pukul 09.00 WIB, total suara yang masuk berasal dari 595.472 TPS atau 73,21% dari total jumlah 813.350 TPS.

Dari total suara yang masuk tersebut, pasangan 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin mendapatkan suara 56,22% atau 63.065.239 suara. Unggul atas pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang mendapatkan 43,78% atau 49.104.762 suara.

Namun, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak mentah-mentah hasil quick count dari sejumlah lembaga survei dan real count yang digelar oleh KPU. Pada malam hari tanggal 17 April atau malam di hari gelaran pilpres, Prabowo mengklaim bahwa dirinya dan Sandiaga lah yang memenangkan pilpres.

Seperti dikutip dari CNNIndonesia, hari ini Ketua Umum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana akan menggelar aksi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada hari ini Kamis (9/5). Eggy berujar aksi tersebut guna menuntut KPU dan Bawaslu membongkar kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Menurut dia, kecurangan Pemilu 2019 ini sangat kasat mata. Dia menyebut kecurangan itu seperti adanya data yang invalid dan manipulatif. Dia pun meminta KPU untuk membuka log activity untuk mengetahui orang-orang yang melakukan entri data pemilu.

"Satu lagi, tolong sebut, untuk membongkar IT tidak sulit. Ketik saja log activity-nya. Di sana ke luar siapa saja yang entri. Kenapa KPU ga mau buka itu?," ujarnya kepada wartawan, Rabu (08/05/2019) seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Rupiah Ikut Terperosok
Pagi ini, di pasar spot nilai tukar Rupiah ditransaksikan melemah ke level Rp 14.355 per dolar AS dari posisi pembukaan perdagangan Kamis (9/5/2019) di posisi Rp 14.306 per dolar AS. Secara year to date, mata uang garuda terkoreksi 0,24%.

Bila dikalkulasi sejak perdagangan pertama selepas pilpres hingga penutupan perdagangan kemarin, rupiah melemah 1,49% di pasar spot melawan dolar AS.

Kala rupiah terus saja gagal menguat bahkan cenderung melemah, tentu investor asing berpotensi menanggung yang namanya kerugian kurs, sehingga wajar jika aksi jual mereka lakukan di bursa saham tanah air.

Selain karena kericuhan terkait hasil pilpres, kinerja rupiah juga sangat dipengaruhi oleh hasil pertemuan The Federal Reserve selaku bank sentral AS yang diumumkan pada pekan lalu. Sebelumnya, pelaku pasar berekspektasi bahwa akan ada pernyataan dovishyang diungkapkan The Fed selepas pertemuan kali ini. Namun, hal ini ternyata tak terjadi sama sekali.

"Kami merasa stance kebijakan kami masih layak dipertahankan untuk saat ini. Kami tidak melihat ada tanda-tanda yang kuat untuk menuju ke arah sebaliknya. Saya melihat kita dalam jalur yang benar," tegas Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers usai rapat, melansir Reuters.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading