Analisis Teknikal

Disulut Perang Dagang, Harga Batu Bara Bisa ke US$ 85/ton

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
07 May 2019 15:29
Disulut Perang Dagang, Harga Batu Bara Bisa ke US$ 85/ton
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara global menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Kekhawatiran akan eskalasi perang dagang yang meningkat memberi beban pada pergerakan harga batu bara.

Pasalnya, jika perang dagang Amerika Serikat (AS)-China kembali memanas maka permintaan batu bara bisa turun karena perekonomian kurang berekspansi.

Presiden AS, Donald Trump kembali mengancam akan memberlakukan bea impor produk China yang senilai US$ 200 miiliar sebesar 25% (meningkat dari yang semula 10%).


"Selama 10 bulan terakhir, China membayar bea masuk 25% untuk importasi produk-produk high-tech senilai US$ 50 miliar dan 10% untuk produk-produk lain senilai US$ 200 juta. Pembayaran ini sedikit banyak berperan dalam data-data ekonomi kita yang bagus. Jadi yang 10% akan naik menjadi 25% pada Jumat.

Sementara US$ 325 miliar importasi produk-produk China belum kena bea masuk, tetapi dalam waktu dekat akan dikenakan 25%. Bea masuk ini berdampak kecil terhadap harga produk. Dialog dagang tetap berlanjut, tetapi terlalu lamban, karena mereka berupaya melakukan renegosiasi. Tidak!" cuit Trump di Twitter, Minggu (5/5/2019).

Pada perdagangan Senin (6/5/2019) kemarin, Harga batu bara Newcastle kontrak pengiriman Mei di bursa Intercontinental Exchange (ICE) ditutup melemah 0,74% ke level US$ 86,95/metrik ton.

Pelemahan harga terjadi setelah pekan lalu harga batu bara berhasil membukukan kenaikan harga sebesar 2,82% secara point-to-point.
Jika dilihat dari awal tahun, harga batu bara melemah cukup dalam hingga 14,67%.

Lalu, ke mana arah harga batu bara global bergerak? Berikut analisis teknikalnya.

Analisis Teknikal

Disulut Perang Dagang, Harga Batu Bara Bisa ke US$ 85/tonSumber: Refinitiv
Secara teknikal, harga batu bara berpotensi mengalami pelemahan sesaat (minor correction). Terbentuknya pola rising wedge mengkonfirmasi potensi penurunan jangka pendek menguji US$ 85/ton.

Selain itu, posisi harga batu bara mulai memotong garis rata-rata harganya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5). Artinya dalam jangka pendek harga batu bara harganya cenderung tertekan turun.

Indikator teknikal lainnya, yakni relative strength indeks (RSI) juga menunjukkan arah penurunan yang lumayan tajam, menjauh dari level jenuh belinya (overbought).

TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading