Sepekan Asing Masuk Rp 51 T, Emiten Mana yang Diborong?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
04 May 2019 16:53
Sepekan Asing Masuk Rp 51 T, Emiten Mana yang Diborong?
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang pekan ini, bursa saham Indonesia terpuruk dan menjadi bursa saham dengan performa paling buruk di kawasan Asia.

Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,28% ke level 6.319,46 pada perdagangan Jumat kemarin (3/5/2019). Padahal pada awal perdagangan pekan ini, 29 April, IHSG sempat menguat hingga 0,86%.

Namun, meski IHSG finis di zona merah, bursa saham tanah air masih membukukan aksi beli bersih (net buy) asing hingga Rp 51,16 triliun, di mana emiten yang paling banyak dilirik investor asing adalah emiten sektor perbankan.


Perlu dicatat bahwa pada pekan ini ada satu transaksi investor asing yang cukup besar dikarenakan penyelesaian akuisisi perusahaan dan merger.

Berikut adalah daftar lima perusahaan yang mencatatkan aksi beli investor asing terbesar dalam pekan ini (29 April-3 Mei 2019).

1. PT Bank Danamon Tbk (BDMN)
Pekan ini, investor asing membukukan aksi beli bersih atas emiten Bank Danamon hingga Rp 49,5 triliun. Meski mencatat aksi beli bersih investor asing terbesar, harga saham perusahaan terkoreksi 32,96% menjadi Rp 6.000/saham.

Namun, jika ditilik lebih detail, transaksi atas saham tersebut adalah jual-beli dalam rangka balik nama pembelian saham BDMN oleh bank asal Jepang, MUFG Ltd. Total transaksi yang tercatat mencapai Rp 52,58 triliun, di mana ini termasuk nilai transaksi penggabungan BDMN dengan PT Bank Nasional Parahyangan Tbk (BBNP).



2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Emiten bank BUKU IV yang juga termasuk dalam kategori big cap, Bank Central Asia juga mencatatkan net buy investor asing yang cukup besar mencapai Rp 599,77 miliar

Selama sepakan, pergerakan harga saham BBCA cenderung stabil dengan tumbuh tipis 0,98% menjadi Rp 28.375/sahamdari sebelumnya Rp 28.200/unit saham. Nilai ini didapat dari total transaksi atas 90,28 juta unit saham perusahaan.

3. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS)
Emiten yang masuk bursa pada pertengahan tahun lalu ini menjadi saham berbasis syariah paling diminati investor asing. Sepanjang pekan ini, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 439,14 miliar.

Bank yang 70% sahamnya dikuasai oleh PT Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk (BTPN) dalam sepekan mengalami kenaikan 120 poin (4,96%) dan ditutup pada harga Rp 2.540/saham. Angka tersebut adalah perolehan harga saham tertinggi yang dicatatkan BTPS semenjak IPO.


4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Induk usaha Grup Salim, Indofood Sukses Makmur juga menjadi emiten favorit investor asing pekan ini, di mana asing membukukan aksi beli hingga Rp 290,9 miliar.

Investor asing tertarik untuk membeli saham emiten satu ini karena, perusahaan kembali menunjukkan performa yang cukup baik pada 3 bulan pertama tahun ini. Sepanjang kuartal-I 2019, INDF melaporkan pendapatan senilai Rp 19,17 triliun, mengalahkan konsensus yang dihimpun Refinitiv senilai Rp 18,65 triliun.

Laba bersih tercatat senilai Rp 1,35 triliun, mengimplikasikan kenaikan sebesar 13,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Margin bersih perusahaan tercatat naik dari 6,74% pada kuartal I-2018 menjadi 7,04% pada kuartal I-2019.

5. PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB)
Lagi-lagi, emiten perbankan menghiasi daftar top net buy asing pekan ini. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih atas saham Bank Yudha Bhakti mencapai Rp 156,37 miliar.

Belum lama ini, perusahaan mengumumkan investor baru yakni fintech Akulaku. Startup jasa keuangan ini menyuntikkan modal Rp 500 miliar. Suntikan dana tersebut digunakan untuk melakukan terobosan penyaluran pinjaman baru.

Lebih lanjut, Bank Yudha Bhakti mencatatkan kerugian bersih Rp 136,66 miliar. Pada akhir Desember 2018, Bank Yudha Bhakti mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) nett sebesar 9,92%. Angka ini lebih tinggi dari batas maksimal yang ditentukan OJK 5%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading