Laporan Keuangan Garuda 'Diutak-atik', Laba BCA Tembus Rp 6 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 April 2019 07:34
Laporan Keuangan Garuda 'Diutak-atik', Laba BCA Tembus Rp 6 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,16% pada perdagangan kemarin, Kamis (25/4/2019), ke level 6.372,79.

Sejatinya, mayoritas indeks saham kawasan Asia lainnya juga melemah. Namun, koreksi yang dialami IHSG menjadi yang kedua terdalam. Kinerja IHSG hanya lebih baik dari indeks Shanghai yang ambruk hingga 2,43%.



Beberapa emiten mulai merilis kinerja kuartal pertama 2019. Sehingga ada baiknya sebelum membuka perdagangan hari ini kita melihat kembali peristiwa yang dilakukan emiten di hari perdagangan kemarin.



1. Nilai Transaksi Mahata Ternyata Diubah, Garuda Aslinya Rugi!
Belum usai kekagetan publik mengenai keberatan dua komisaris PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) atas laporan keuangan periode 2018 yang didongkrak oleh pendapatan yang ternyata berstatus piutang, terkuak fakta bahwa nilai transaksi piutang itu pun berubah.

Dalam waktu 4 bulan, nilai transaksi dengan Mahata tersebut menyusut hingga US$67 juta, atau sekitar Rp 948,2 miliar, dibandingkan dengan versi pertama pada Desember 2018 (senilai US$239,94 juta).

Jika semula biaya kompensasi atas hak pemasangan layanan in-flight wifi di 153 pesawat milik Garuda dihargai US$131,94 juta, maka menurut versi terbaru ini harganya kini hanya US$92,94 juta. Sementara itu, hak pengelolaan in-flight entertainment tetap di angka US$80 juta.


2. Laba Bersih BCA di Kuartal I-2019 Capai Rp 6,1 T, Naik 10,1%
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA/BCA) mencatat laba bersih hingga Rp 6,1 triliun atau naik 10,1% di kuartal I-2019 dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar Rp 5,5 triliun.

Perolehan laba didorong oleh pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 13,7% menjadi Rp 16,7 triliun.


3. Laba 2018 Naik 12%, Bukit Asam Sebar Dividen Rp 3,7 T
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 3,76 triliun. Jumlah ini setara 75% dari total laba bersih 2018 senilai Rp 5,02 triliun.

Dengan demikian jumlah dividen per saham yang akan diterima pemegang saham ialah Rp 326,37/saham. Adapun 25% sisa laba bersih perusahaan akan digunakan untuk cadangan umum.


4. Pasca-Merger, Laba BTPN Kuartal I-2019 Turun 5% Jadi Rp 535 M
PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatatkan penurunan kinerja keuangan. Pada kuartal I-2019 BTPN mencatatkan laba bersih Rp 506,6 miliar atau turun 5,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelum sebesar Rp 535,28 miliar.

Penurunan kinerja keuangan ini dikarenakan peningkatan beban perusahaan. Beban operasional selain bunga mengalami peningkatan dari Rp 1,83 triliun menjadi Rp 2,94 triliun atau naik 60,52%. Peningkatan beban terbesar terjadi pada pos penurunan nilai wajar aset keuangan yang mencapai Rp 318,57 miliar. BTPN juga menderita kerugian transaksi spot dan derivatif Rp 610,6 miliar.


5. Wow! Laba Perusahaan Media Hary Tanoe di Q1 Melesat 98%
Emiten media Grup MNC, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan kenaikan laba bersih signifikan hingga 98% menjadi Rp 585 miliar pada kuartal I-2019. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan tercatat membukukan laba bersih Rp 296 miliar.

Kenaikan laba signifikan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan yang relatif signifikan. Pendapatan bersih perseroan kuartal I-2019 tercatat mencapai Rp 1,89 triliun naik 18% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,6 triliun.

6. Biaya Produksi Susut, Laba Sido Muncul Melesat 23,53%
Emiten farmasi dan produsen jamu tradisional, PT Sido Muncul Tbk (SIDO) menorehkan kinerja kuartal pertama tahun ini yang cukup memuaskan.

Pada 3 bulan pertama tahun ini, penjualan perusahaan tumbuh 14,95% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 713,68 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 620,85 miliar.


7. Ini Jawaban Anindya Soal Rencana Erick Thohir Dkk Masuk VIVA
Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Anindya Novyan Bakrie memberikan komentar terkait rencana pembelian saham VIVA oleh dua pengusaha Indonesia yaitu Erick Thohir dan Pieter Tanuri. Perusahaan induk media milig grup Bakrie ini sedang memproses penerbitan saham baru.


8. Astra Siapkan Belanja Modal Rp 30 T, untuk Apa?
PT Astra International Tbk (ASII) tahun ini bakal mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 30 triliun. Sumber pendanaan belanja modal Astra murni sepenuhnya dari kas internal.

Rinciannya, angka Rp 30 triliun itu terdiri dari belanja modal PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 15 triliun, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Rp 1,7 triliun, ekspansi jalan tol, pembangunan outlet baru sebesar Rp 2,5 triliun. Selebihnya, belanja modal yang berkaitan dengan teknologi informasi (IT) yang diperlukan anak usaha Grup Astra.


9. Garap Proyek Awak Mas, Indika Energy Lakukan Kajian Kelayakan
Guna menyiapkan rencana produksi emas di Awak Mas Project, PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah melakukan kajian kelayakan bank atau bankable feasibility study.

Direktur INDY Azis Armand menuturkan, kajian tersebut diharapkan selesai di akhir tahun ini. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading