Analisis Teknikal

IHSG Berakhir di Zona Merah, Besok Bagaimana?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
24 April 2019 17:27
IHSG Berakhir di Zona Merah, Besok Bagaimana?
Jakarta,CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu meneruskan penguatan yang terjadi kemarin. Pada penutupan perdagangan hari ini IHSG melemah 0,23% ke level 6.447, Rabu (24/4/2019).

Jika dibandingkan sesi I, pelemahan IHSG sebenarnya lumayan berkurang karena sektor properti mampu di tutup menguat sebesar 0,5%. Sentimen tersebut diyakini datang dari pengumuman suku bunga BI 7 Day RR esok tengah hari.

Bank Indonesia (BI) diyakini akan cenderung dovish berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia. Dari 13 institusi tersebut, semuanya kompak memperkirakan suku bunga acuan tidak akan dinaikkan atau diturunkan pada bulan ini. Semuanya memperkirakan hold, tidak ada cut atau raise, tidak ada dissenting opinion.


Kebijakan tersebut akan berpengaruh positif terhadap industri yang erat kaitannya dengan suku bunga, yakni industri keuangan serta properti yang hari ini sudah menguat terlebih dahulu.

Sedangkan sektor lainnya yang berpotensi terangkat esok yakni agrikultur. Harga CPO di bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat masih menguat 1,08% hingga tahun berjalan (ytd). Namun, kinerja indeks sektor agrikultur justru masih tertinggal 5,95% di periode yang sama.

Melihat sektor yang dikuasai industri sawit tersebut yang cukup tertekan hari ini dengan pelemahan 1,94%, ada potensi akan terjadi pembalikan arah (technical rebound).

Tekanan pada IHSG hari ini juga didapat dari aksi jual investor asing yang kembali melakukan penjualan sahamnya terutama pada sesi II. Asing hari ini tercatat jual bersih (net sell) hingga Rp 582 miliar.

Secara teknikal, IHSG masih akan berfluktuatif cenderung koreksi seiring dengan terbentuknya posisi bearish harami. Pola tersebut sebenarnya memberikan sinyal koreksi namun tidak terlalu kuat.

Selain itu, IHSG juga sedikit bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam lima hari (moving average/MA5), yang menggambarkan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.
Sumber: Refinitiv
Ruang penguatannya sebenarnya juga masih cukup terbuka karena IHSG belum memasuki fase jenuh belinya (overbought), mengacu pada indikator teknikal stochastic slow yang mengukur momentum tingkat kejenuhan suatu pasar.

Indikator teknikal lainnya yakni Relative Strength Index (RSI) cenderung naik, meski IHSG bergerak menyamping (sideways).

TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading