Menakar Kinerja Saham Ramah Lingkungan di Hari Bumi

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
22 April 2019 15:34
Menakar Kinerja Saham Ramah Lingkungan di Hari Bumi
Jakarta, CNBC Indonesia - Hari ini tanggal 22 April, seluruh dunia merayakannya sebagai Hari Bumi. Gagasan Hari Bumi muncul sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap bumi.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya juga kita menilik pergerakan salah satu indeks yang mengusung konsep 'berkelanjutan', yaitu Indeks SRI-KEHATI (JKSRI).

JKSRI adalah indeks yang terbentuk atas hasil kerja sama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan Kehati) dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kata 'SRI' sendiri merupakan kependekan dari Sustainable and Responsible Investment.

Hanya ada 25 perusahaan publik yang masuk dalam daftar indeks SRI-KEHATI, dimana pembaharuan daftar saham dilakukan setiap April dan Oktober. Perusahaan terpilih merupakan perusahaan yang memiliki kinerja yang sangat memuaskan terkait usaha berkelanjutan, fundamental keuangan yang kuat, tata kelola sosial yang baik, dan beberapa kriteria lainnya.


Hingga berita ini ditulis, sejak awal tahun Indeks SRI KEHATI berhasil tumbuh 6,71% (YTD) ke level 404.63 poin, di atas pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 3,65% YTD.



Jika ditilik lebih detil, saham yang terdaftar pada JKSRI dengan cuan tertinggi tahun ini adalah PT Timah Tbk (TINS) yang naik 79,05% YTD menjadi Rp 1.325/unit saham dari sebelumnya Rp 740/unit saham.

Perusahaan lain yang juga mencatatkan imbal hasil besar adalah PT Wijaya Karya Beton Tbk/WTON melesat 66,22% YTD, PT XL Axiata Tbk/EXCL naik 39,39% YTD, dan PT Jasa Marga Tbk/JSMR naik 39,28% YTD.

Sedangkan perusahaan dalam JKSRI yang harga sahamnya mengalami penurunan terbesar sepanjang tahun ini adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk/JPFA (anjlok 19,41% YTD) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk/INDF (turun 14,78% YTD)

Di lain pihak, emiten anggota JKSRI yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar PT Bank Central Asia Tbk/BBCA dengan nilai Rp 684,05 triliun. Lalu kapitalisasi pasar terkecil dicatatkan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk/PJAA dengan perolehan Rp 2,1 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading