Gencarkan Penggunaan Mata Uang Lokal di ASEAN, Ini Langkah BI

Market - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
16 April 2019 16:55
Gencarkan Penggunaan Mata Uang Lokal di ASEAN, Ini Langkah BI
Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk mendukung penggunaan Local Currency Settlement (LCS), Bank Indonesia (BI) melakukan sosialisasi kepada bank yang memfasilitasi kebijakan LCS (Appointed Cross Currency Dealer Bank/Bank ACCD).

Selain itu, sosialisasi yang dilaksanakan pada Selasa (16/4/2019), juga dihadiri importir-eksportir potensial bank-bank ACCD, yang selama ini bertransaksi dagang dengan Malaysia dan Thailand.

Menurut Bank Indonesia, LCS memegang peranan strategis dalam mendukung efisiensi transaksi, pengembangan pasar mata uang lokal, dan pada akhirnya mendukung stabilisasi nilai tukar Rupiah.


Dalam pers rilis di laman resminya, Selasa (16/4/2019) bank sentral juga menjelaskan, secara umum penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dengan Thailand dan Malaysia yang difasilitasi oleh bank ACCD di Indonesia, menunjukkan progress yang positif.

Gencarkan Penggunaan Mata Uang Lokal di ASEAN, Ini Langkah BIFoto: CNBC Indonesia/Bank Indonesia


"Hal ini tercermin dari tren peningkatan transaksi penyelesaian perdagangan dalam mata uang lokal yang difasilitasi oleh bank ACCD dan fitur operasionalisasi yang telah dijalankan bank ACCD," demikian penjelasan dalam rilis resmi Bank Indonesia.

"Pada triwulan I 2019, total transaksi perdagangan melalui LCS menggunakan Baht (THB) mencapai US$ 13 juta (setara Rp 185 miliar). Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar US$ 7 juta (setara Rp 96 miliar). Sementara untuk transaksi LCS menggunakan Ringgit (MYR) mencapai US$ 70 juta (setara Rp 1 triliun). Ini juga meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar US$ 6 juta (setara Rp 83 miliar)."

Sebagai informasi, apa yang dilakukan Bank Indonesia terkait penggunaan LCS merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BOT) pada 23 Desember 2016 silam.

LCS dinilai menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan USD, meningkatkan pengembangan pasar mata uang lokal, dan pelaksanaan transaksi langsung antar pelaku pasar (direct trading), sehingga diharapkan dapat berkontribusi positif dalam efisiensi pasar dan menjaga kestabilan nilai tukar.

Penggunaan LCS ini pun semakin diperluas melalui penandatanganan komitmen antara BI, BNM, BOT, dengan Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN (ASEAN Finance Minister & Central Bank Governors' Meeting/AFMGM) pada tanggal 5 April 2019 di Chiang Rai, Thailand.

MOU tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan peluncuran operasionalisasi framework LCS berbasis Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) pada tgl 11 Desember 2017 dan penunjukkan 7 bank sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) di Indonesia (6 Bank ACCD untuk memfasilitasi LCS dengan Malaysia, dan 5 Bank ACCD untuk memfasilitasi LCS dengan Thailand) dan menerbitkan ketentuan LCS kepada perbankan Indonesia yaitu PBI No.19/11/PBI/2017 tentang Penyelesaian Transaksi Perdagangan Bilateral Menggunakan Mata Uang Lokal Melalui Bank, yang diberlakukan mulai 2 Januari 2018.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading