Damai Dagang Hingga Data Ekonomi Bawa Bursa Saham Asia Naik

Market - Houtmand P Saragih & Anthony Kevin, CNBC Indonesia
16 April 2019 17:16
Damai Dagang Hingga Data Ekonomi Bawa Bursa Saham Asia Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama kawasan Asia kompak menutup hari di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,24%, indeks Shanghai naik 2,39%, indeks Hang Seng naik 1,07%, indeks Straits Times naik 0,19%, dan indeks Kospi naik 0,26%.

Damai dagang AS-China yang kian dekat membuat saham-saham di Benua Kuning menjadi incaran investor. Mengutip Reuters, dua orang sumber mengungkapkan bahwa Washington telah melunak dan bersedia mengurangi tuntutannya kepada Beijing.

AS melunak dalam hal kebijakan subsidi yang diberikan oleh China kepada perusahaan milik negara. Sepertinya AS tidak akan banyak protes soal kebijakan ini dan memilih fokus ke isu krusial lainnya yaitu penghapusan kewajiban transfer teknologi bagi perusahaan asing yang berinvestasi di China, perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual, dan perluasan akses bagi perusahaan asal AS ke pasar China.


Kemudian, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa AS dan China telah membuat kemajuan lebih lanjut dalam negosiasi dagang.

"Saya berharap kami semakin dekat ke putaran final menuju kesepakatan. Kami membuat kemajuan, tetapi saya ingin hati-hati karena ini bukan negosiasi publik. Ini adalah perjanjian yang sangat-sangat detil, mencakup hal yang belum pernah dibahas sebelumnya," papar Mnuchin, mengutip Reuters.

Mnuchin bahkan memberi bocoran bahwa kesepakatan damai dagang AS-China akan berisi 7 bab.

"Ini akan menjadi perubahan paling signifikan dalam hubungan AS-China selama 40 tahun terakhir," tegasnya.

Jika kesepakatan dagang bisa dicapai, terutama jika pengenaan bea masuk ikut dicabut, tentu perekonomian AS dan China bisa dipacu untuk melaju lebih kencang.

Terakhir, data ekonomi yang kinclong ikut membuat saham-saham di kawasan regional diburu investor. Pada hari ini, rata-rata harga rumah baru di China diumumkan tumbuh sebesar 10,6% YoY pada bulan Maret, naik dari pertumbuhan bulan Februari yang sebesar 10,4% YoY. Hal ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat China sedang berada dalam posisi yang relatif kuat.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading