Sepekan Rupiah Menguat 0,49%. Ini Pemicunya!

Market - Arif Gunawan & dob, CNBC Indonesia
13 April 2019 13:13
Sepekan Rupiah Menguat 0,49%. Ini Pemicunya!
Jakarta, CNBC Indonesia--Berbeda nasib dari Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) yang melemah, nilai tukar Rupiah sepanjang pekan ini masih "terselamatkan" di jalur hijau berkat sentimen positif damai dagang dan komitmen Bank Indonesia (BI) menjaga Mata Uang Garuda.

Di pekan kedua April ini kurs rupiah tercatat menguat 0,49% dengan pergerakan yang labil. Sempat menguat di Senin dan Selasa, rupiah melemah pada Rabu ke 14.145 per dolar Amerika Serikat (AS) sebelum terus menguat hingga menyentuh level 14.090 pada Jumat (12/4/2019).

Penguatan mata uang Garuda ini sejalan dengan apresiasi beberapa mata uang utama di Kawasan Asia merespons adanya indikasi intensitas perang dagang antara AS dan China bakal semakin surut. Keyakinan tersebut didorong fakta bahwa ekspor China (per Maret) melesat 14,2% secara tahunan, jauh di atas konsensus yang dihimpun Reuters sebesar 7,3%.


Meski ada indikasi konsumsi domestik negeri itu agak melambat, menyusul anjloknya impor per Maret sebesar 7,6% secara tahunan, tetapi hal ini dinilai sementara karena kredit perbankan di negara tersebut masih bertumbuh signifikan.

Data penyaluran kredit per Maret di China mencapai CNY 1,69 triliun, melonjak 90,78% dari bulan sebelumnya CNY 885,8 miliar. Ini mengindikasikan bahwa roda ekonomi dan bisnis masih bergulir sehingga menepis kekhawatiran pendaratan keras (hard landing) perekonomian.

Pelaku pasar juga yakin dengan nilai tukar rupiah setelah Bank Indonesia (BI) menegaskan akan menjaga nilai mata uang nasional tersebut. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah secara tahun berjalan masih terjaga di jalur hijau dengan penguatan 2%. Sepanjang bulan April, apresiasi rupiah tercatat mencapao angka 1%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading