Setelah Meroket Kemarin, Pagi Ini Harga Minyak Nyungsep

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
21 March 2019 09:20
Setelah Meroket Kemarin, Pagi Ini Harga Minyak Nyungsep
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah pada perdagangan Kamis pagi ini (20/3/2019) berada di zona merah.

Hingga pukul 09:00 WIB, harga minyak Brent kontrak Mei terkoreksi 0,04% ke posisi US$ 68,47/barel, setelah melesat 1,32% pada perdagangan Rabu kemarin (19/3/2019). Adapun jenis lightsweet (WTI) kontrak Mei terkoreksi 0,1% ke level US$ 60,59/barel.

Secara mingguan, harga Brent dan WTI masing-masing naik 1,84% dan 2,7% secara point-to-point. Sejak awal tahun, keduanya telah terdongkrak sekitar 29%.




Meski berada di zona merah, namun sejatinya harga minyak masih cenderung belum banyak bergerak pada pagi hari ini.

Hal tersebut dinilai wajar karena pada penutupan perdagangan sebelumnya, harga minyak meroket akibat pengumuman mengejutkan yang dilakukan oleh lembaga resmi pemerintah Amerika Serikat (AS), Energy Information Administration (EIA).

Kemarin, EIA mengatakan bahwa stok minyak mentah AS pada minggu yang berakhir pada 15 Maret turun drastis sebesar 9,6 juta barel. Padahal, konsensus yang dihimpun Reuters memprediksi adanya peningkatan sebesar 309 ribu barel.

Dalam keterangannya, EIA menyebutkan hal tersebut terjadi karena adanya percepatan ekspor dan permintaan yang kuat dari kilang penyulingan.

Ini menandakan bahwa konsumsi energi masih kuat dan berpotensi meningkat.

Namun nada-nada yang masin dovish dari The Fed kembali memunculkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi yang masin akan berlangsung.

"Dengan perkembangan ekonomi global dan laju domestik yang rendah, maka Komite akan bersabar untuk kemudian melihat bagaimana langkah penyesuaian ke depan," sebut pernyataan tertulis The Fed pasca melangsungkan rapat bulanan kemarin.

Kala ekonomi global melambat, maka pertumbuhan pemintaan minyak juga bisa terpangkas. Pasalnya pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi akan bergerak beriringan.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading