Disengat Hawa Panas Perang Dagang, Bursa Saham Asia Memerah

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
20 March 2019 17:44
Disengat Hawa Panas Perang Dagang, Bursa Saham Asia Memerah
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama kawasan Asia kompak ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini: indeks Shanghai turun 0,01%, indeks Hang Seng turun 0,49%, indeks Straits Times turun 0,41%, dan indeks Kospi turun 0,02%.

Potensi eskalasi perang dagang AS-China membuat pelaku pasar memasang mode defensif dengan melepas instrumen berisiko seperti saham dan mengalihkan-nya menjadi dolar AS. Hingga pukul 16:40 WIB, indeks dolar AS ditransaksikan menguat 0,13%.

Mengutip CNBC International, Bloomberg News melaporkan bahwa beberapa pejabat AS khawatir jika China akan mundur dari beberapa hal yang sebelumnya telah mereka sepakati dengan AS.


Hal ini terjadi seiring dengan negosiator China yang merasa tidak mendapat jaminan jika bea masuk yang dikenakan oleh AS akan dicabut setelah terjadi kesepakatan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Memang, perkembangan mengenai negosiasi dagang AS-China tak sepenuhnya negatif. Seorang sumber yang merupakan pejabat pemerintahan AS mengatakan bahwa Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berencana menyambangi China pada pekan depan untuk menggelar dialog dagang dengan Wakil Perdana Menteri Liu He, seperti dilansir dari Reuters.

Jika terealisasi, maka ini akan menjadi pertemuan pertama antar kedua negara semenjak Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda rencana kenaikan bea masuk atas produk impor asal China senilai US$ 200 miliar.

Namun, pelaku pasar sudah terlanjur kecewa mendengar kabar bahwa China memasang mode defensif dalam negosiasi dagang dengan AS.

Jika kesepakatan dagang tak kunjung bisa dicapai, maka perang dagang yang sudah berkecamuk selama 8 bulan lamanya justru akan tereskalasi dan semakin menekan perekonomian masing-masing negara.

Hawa panas perang dagang bahkan membuat rilis data ekonomi yang terbilang oke menjadi tak terasa. Pada hari ini, indeks harga produsen Korea Selatan periode Februari 2019 diumumkan tumbuh sebesar 0,1% secara bulanan, berbanding terbalik dengan konsensus yang memperkirakan ada pelemahan sebesar 0,1%. Pada bulan sebelumnya, indeks harga produsen melemah sebesar 0,2%.

Harga-harga di tingkat produsen yang tercatat meningkat mengindikasikan bahwa perekonomian Korea Selatan berada dalam posisi yang relatif kuat.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading