Permintaan China Masih Tumbuh, Harga Minyak Lanjut Menguat

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
15 March 2019 15:31
Permintaan China Masih Tumbuh, Harga Minyak Lanjut Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah pada perdagangan Jumat siang (15/3/2019) kembali menembus zona hijau.

Hingga pukul 14:15 WIB, harga minyak Brent kontrak Mei naik 0,25% ke posisi US$ 67,4/barel, setelah juga turun 0,47% kemarin (14/3/2019).

Sedangkan jenis lightsweet (WTI) kontrak April juga terkoreksi 0,24% ke level US$ 58,75/barel, setelah menguat 0,6% pada perdagangan kemarin.


Secara mingguan, harga Brent dan WTI masing-masing sudah naik 2,53% dan 4,84% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, keduanya telah terdongkrak sekitar 26%.

Harga minyak masih terus mendapat dorongan ke atas dari pengurangan pasokan yang dilakukan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama aliansinya.

Sepeti yang diketahui OPEC bersama sekutunya telah sepakat untuk mengurangi produksi minyak hingga sebesar 1,2 juta barel/hari mulai Januari 2019.

OPEC juga dijadwalkan menggelar pertmuan lanjutan untuk membahas minyak dunia pada 17-18 April mendatang untuk membahas kelanjutan kesepakatan tersebut.

"kalau OPEC dan aliansinya memutuskan untuk memperpanjang [pengurangan pasokan], kami memprediksi stok minyak akan berkurang, setidaknya hingga kuartal III-2019," ujar Bank Investasi, Jefferies, mengutip Reuters.

Sebelumnya, Menteri Energi Arab Saudi, Khalis al-Falih juga telah mengatakan bahwa OPEC kemungkinan besar akan melanjutkan pemangkasa produksi, bahkan setelah tengah tahun.

Selain itu, tampaknya faktor dari sisi permintaan juga memberi pondasi yang kuat pada keseimbangan fundamental.

China yang merupakan importir minyak terbesar ternyata masih bisa mencatatkan pertumbuhan impor minyak sebesar 6,1% sepanjang Januari-Februari 2019, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank Investasi Goldman Sachs mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak pada bulan Januari mencapai hampir 2 juta barel/hari, utamanya dari pasar negara berkembang, seperti yang dilansir dari Reuters.

Karena pasokan yang semakin ketat dan permintaan yang masih kuat, Goldman Sachs memproyeksikan harga Brent akan berada di atas US$ 70/barel tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading