Ini Sebab Saham Pemprov DKI Bertambah di Produsen Anker Bir

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
02 March 2019 14:51
Ini Sebab Saham Pemprov DKI Bertambah di Produsen Anker Bir
Jakarta, CNBC Indonesia - Komisaris Utama emiten produsen minuman alkohol PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), Sarman Simanjorang memastikan pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menambah porsi kepemilikan saham atas DLTA dari sebelumnya 23,33% menjadi 26,25%.

Dijelaskan Sarman, saham Pemprov tersebut terbagi atas dua nama yaitu atas nama pemprov sebesar 23,34% dan atas nama BP IPM Jaya sebesar 2,81%. BP IPM Jaya merupakan salah satu SKPD dilingkungan pemprov DKI Jakarta saat itu dan telah resmi dibubarkan pada tahun 2013.

"Saat ini saham tersebut di satukan atau digabung menjadi atas nama Pemprov DKI Jakarta. Jadi tidak ada penambahan,dari dulu tetap sebesar 26,25%," kata Sarman, dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia, Sabtu (2/3/2019).


Pernyataan ini berkebalikan dengan informasi yang disampaikan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia di mana pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah kepemilikan saham sebanyak 23,35 juta di perusahaan BUMD yang juga menjadi perusahaan terbuka itu. Transaksi penambahan porsi saham dilakukan pada 25 Februari 2019 tanpa menyebutkan harga pelaksanaan.


Saat ini Pemrov DKI Jakarta punya porsi kepemilikan 186,85 juta saham atau 23,33% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh Delta. Setelah transaksi, saham Pemprov DKI Jakarta menjadi 210,20 juta atau setara 26,25%. Mayoritas saham produsen bir dengan merek dagang Anker Bir ini ialah San Miguel Malaysia sebesar 58,33% atau setara dengan 467 juta saham.

Sebelumnya, sempat bergulir kabar Pemprov DKI Jakarta akan melepas kepemilikan saham Delta Djakarta. Wacana pelepasan saham DLTA sudah mencuat sejak Anis Baswedan dan Sandiaga Uno dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI pada 2017. Namun rencana tersebut tak kunjung terlaksana. Delta Djakarta adalah perusahaan produsen Anker Bir.

Dari sisi kinerja, hingga triwulan ketiga 2018, DLTA mencatatkan kinerja yang positif. Penjualan tumbuh 13,07% secara tahunan menjadi Rp 627,79 miliar. Laba bersih DLTA mencapai Rp 232,89 miliar naik 23,21% secara tahunan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (1/3/2019) ini, harga saham DLTA menguat 3,91% atau 250 poin ke level 6.650/saham. Saham DLTA diperdagangkan sebanyak 16.000 saham yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 103,44 juta dengan frekuensi sebanyak 34 kali. Saat ini nilai kapitalisasi pasar saham DLTA sebesar Rp 5,32 triliun.

Saksikan video Pemprov DKI ambil alih pengolahan air Jakarta di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading