Simak, XL Siapkan Capex Rp 9 T hingga Penerbitan Bond BFIN

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 February 2019 07:49
Simak, XL Siapkan Capex Rp 9 T hingga Penerbitan Bond BFIN
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,02% ke level 6.547,88, Rabu (6/2/2019).

Pada perdagangan kemarin, mayoritas bursa saham utama kawasan Asia masih tutup untuk merayakan Tahun Baru China dan hanya bursa saham Jepang yang dibuka. Pada penutupan perdagangan, indeks Nikkei menguat tipis 0,14%.



Selain itu, terdapat beberapa peristiwa yang terjadi pada emiten-emiten kemarin dan layak disimak oleh investor sebelum perdagangan hari ini, Kamis, dibuka.



1. Geliat Ekspansi, Capex EXCL Diprediksi Rp 8-9 T
Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) diprediksi bakal menaikkan porsi dana belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini bisa mencapai Rp 8 triliun-9 triliun seiring dengan kebutuhan ekspansi.

Analis PT Fitch Ratings Indonesia Christie Pardede dalam riset berjudul Fitch: Peringkat Obligasi dan Sukuk XL Axiata di AAA(idn)" mengatakan kebutuhan capex yang tinggi didorong oleh peluncuran jaringan LTE (Long-Term Evolution) perseroan yang agresif.

Selain itu, perluasan cakupan telekomunikasi seluler EXCL di luar pulau Jawa juga menjadi pertimbangan prediksi kenaikan capex.


2. Tambah Modal, BFIN Terbitkan Surat Utang Rp 1 T
miten pembiayaan PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan menerbitkan obligasi korporasi senilai Rp 1 triliun. Surat utang tersebut merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan IV BFI Finance dengan target raihan dana Rp 8 triliun.

"Dana yang dihimpun dari penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya emisi akan dipakai seluruhnya untuk modal kerja berupa pembiayaan investasi, modal kerja dan multi guna," tulis manajemen dalam prospektus yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (6/2/2019).


3. Mayora Jualan Kopi Hingga Rusia & Laris Manis
Kopi kemasan asal Indonesia rupanya banyak digemari oleh masyarakat Rusia. Adalah PT Mayora Indah Tbk (MYOR), salah satu produsen makanan dan minuman, yang berperan mengenalkan kopi kemasan asal Indonesia ke Negeri Beruang Merah tersebut.

"Produk Mayora telah berhasil masuk ke pasar Russia. Tahun lalu, Mayora sukses mencatat peningkatan ekspor ke negara Beruang Merah dengan angka mencapai 1,000 kontainer, dan ini menunjukkan pertumbuhan bisnis yang melebihi 30% dibanding tahun sebelumnya," Kata Presiden Direktur Mayora Group Andre Atmadja, di Jakarta, Rabu (6/02/19).


4. Akuisisi Perusahaan Kertas, Alkindo Tambah Lini Bisnis
PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) akan menambah lini bisnis baru dengan melakukan akuisisi perusahaan yang milik induk usahanya, PT Eco Paper Indonesia (EPI). Terjadinya penambahan lini bisnis ini sebab sebelumnya perusahaan tidak memiliki usaha yang bergerak di bidang produksi kertas.


5. Incar Produk Milenial, Martina Berto Bidik Penjualan Naik 39%
Emiten produk kecantikan, PT Martina Berto Tbk (MBTO), menargetkan penjualan pada tahun ini bisa tumbuh 39%. Perseroan akan meningkatkan pangsa pasar kalangan milenial untuk produk-produk kosmetik agar akses pasar meluas.

"Target 2019 net sales kami bisa tumbuh 39% dibandingkan dengan estimasi realisasi," kata Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil, saat wawancara dengan Erwin Surya Brata di CNBC Indonesia, Rabu (05/02/2019).


6. Tutup 2018, Pendapatan Pelita Samudera Naik 30% Jadi Rp 889 M
PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengantongi kenaikan pendapatan sebesar 29,59% pada akhir 2018 lalu. Kenaikan pendapatan ini didorong oleh naiknya harga batu bara thermal dan peningkatan konsumsi batu bara domestik.

Sekretaris Perusahaan PSSI Imelda Agustina Kiagoes mengatakan berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit, pendapatan tersebut naik menjadi US$ 63,5 juta (Rp 889 miliar, asumsi kurs Rp 14.000/US$). Dari sebelumnya US$ 49 juta (Rp 686 miliar).


7. Pasca-Rights Issue, Renuka Janji Penuhi Aturan Free Float
PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) berkomitmen untuk melaksanakan kewajibannya dalam memenuhi batas free float dan refloat sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemenuhan itu akan dilakukan dalam dua tahun paska penerbitan saham barunya dilaksanakan. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading