Gara-gara Apple, Bursa Asia Kompak Menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
30 January 2019 09:11
Gara-gara Apple, Bursa Asia Kompak Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia pada pagi ini, Rabu (30/1/2019), dibuka di zona hijau. Indeks Nikkei naik 0,18%, indeks Kospi naik 0,01%, indeks Straits Times naik 0,02%, dan indeks Hang Seng naik 0,14%. Sementara itu, indeks Shanghai dibuka melemah 0,37%.

Rilis laporan keuangan Apple yang mampu mengalahkan ekspektasi analis membuat bursa saham regional mampu dibuka di zona hijau. Selepas berakhirnya perdagangan di Wall Street, Apple mengumumkan pendapatan untuk kuartal-I tahun fiskal 2019 senilai US$ 84,3 miliar, di atas konsensus yang dihimpun oleh Refinitiv senilai US$ 83,97 miliar.

Sementara itu, laba bersih per saham diumumkan sebesar US$ 4,18, juga di atas konsensus yang sebesar US$ 4,17.


Sentimen positif lainnya bagi bursa saham regional datang dari rilis data ekonomi di Jepang. Penjualan barang-barang ritel periode Desember 2018 diumumkan tumbuh sebesar 1,3% YoY, mengalahkan konsensus yang sebesar 0,8% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics.

Di sisi lain, pelaku pasar dengan cemas menantikan hasil dari negosiasi dagang AS-China yang akan digelar pada 30 dan 31 Januari waktu setempat di Washington, AS. Negosiasi kali ini melibatkan tokoh-tokoh penting dari kedua negara yakni Wakil Perdana Menteri China Liu He, Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin, dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer.

Negosiasi ini menjadi sangat penting mengingat tenggat akhir untuk mencapai kesepakatan dagang yakni 1 Maret sudah kian dekat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya sudah mengancam akan menaikkan bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 200 miliar menjadi 25% dari yang sebelumnya 10%, jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan dagang hingga tanggal 1 Maret.

Negosiasi dagang kali ini hampir dapat dipastikan berjalan alot, menyusul dakwaan yang dijatuhkan oleh AS kepada perusahaan teknologi asal China, Huawei, chief financial officer-nya, dan dua afiliasi atas dugaan penipuan bank untuk melanggar sanksi terhadap Iran.

Dalam dakwaan yang diajukan di New York, AS, Departemen Kehakiman mengatakan Huawei telah menyesatkan sebuah bank global dan otoritas AS mengenai hubungannya dengan anak usaha, Skycom dan Huawei Device USA, demi menjalankan bisnis di Iran.

Kemudian, AS juga mendakwa Huawei lantaran diyakini mencuri kekayaan intelektual milik T-Mobile.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading