Melesat 13%, Ternyata Broker Asing Borong Saham TINS
Anthony Kevin,
CNBC Indonesia
25 January 2019 10:25
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Timah Tbk (TINS) melesat 13,18% pada perdagangan Jumat hari ini (25/1/2019) ke level Rp 1.245/saham.
Transaksi atas emiten yang berfokus pada pertambangan timah ini berlangsung luar biasa ramai. Mengutip data yang disajikan Bursa Efek Indonsia, saham TINS ditransaksikan sebanyak 107,2 juta unit hingga pukul 10:00 WIB, jauh mengalahkan rata-rata volume transaksi hariannya yang hanya sebesar 16,3 juta unit.
Kenaikan harga timah dunia menjadi pemicu meroketnya harga saham perusahaan. Pada perdagangan kemarin (24/1/2019), harga timah di London Metal Exchange kontrak pengiriman Februari 2019 melonjak 1,42% ke level 21.100/metrik ton. Jika ditarik sepanjang tahun 2019, harga timah telah melejit hingga 8,05%.
Broker yang paling banyak mengumpulkan saham TINS adalah RHB Sekuritas Indonesia (DR) dengan volume beli bersih sebanyak 29,8 juta unit. Di posisi 2 dan 3, ada Credit Suisse Securities Indonesia (CS) dan Citigroup Securities Indonesia (CG) dengan volume beli bersih masing-masing sebanyak 6,5 juta dan 4,3 juta unit.
Jika diamati, 3 besar broker yang mengoleksi saham TINS adalah broker asing.
Sebagai informasi, laba bersih perseroan turun hampir 15% secara tahunan pada kuartal-III 2018. Laba bersih perseroan tercatat turun 14,98% menjadi Rp 255,55 miliar pada kuartal III-2018, dari yang sebelumnya Rp 300,57 miliar pada kuartal III-2017.
Sementara itu, pendapatan naik 2,73% YoY menjadi Rp 6,8 triliun, dari yang sebelumya Rp 6,62 triliun. Namun pada saat yang sama, beban pokok pendapatan naik lebih tinggi yaitu sebesar 4,58% YoY menjadi Rp 5,72 triliun, dari yang sebelumnya Rp 5,47 triliun. (ank/tas) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
PT Timah Genjot Kinerja, Analis: Investor Nantikan RUPSLB
Transaksi atas emiten yang berfokus pada pertambangan timah ini berlangsung luar biasa ramai. Mengutip data yang disajikan Bursa Efek Indonsia, saham TINS ditransaksikan sebanyak 107,2 juta unit hingga pukul 10:00 WIB, jauh mengalahkan rata-rata volume transaksi hariannya yang hanya sebesar 16,3 juta unit.
Kenaikan harga timah dunia menjadi pemicu meroketnya harga saham perusahaan. Pada perdagangan kemarin (24/1/2019), harga timah di London Metal Exchange kontrak pengiriman Februari 2019 melonjak 1,42% ke level 21.100/metrik ton. Jika ditarik sepanjang tahun 2019, harga timah telah melejit hingga 8,05%.
Broker yang paling banyak mengumpulkan saham TINS adalah RHB Sekuritas Indonesia (DR) dengan volume beli bersih sebanyak 29,8 juta unit. Di posisi 2 dan 3, ada Credit Suisse Securities Indonesia (CS) dan Citigroup Securities Indonesia (CG) dengan volume beli bersih masing-masing sebanyak 6,5 juta dan 4,3 juta unit.
Jika diamati, 3 besar broker yang mengoleksi saham TINS adalah broker asing.
Sebagai informasi, laba bersih perseroan turun hampir 15% secara tahunan pada kuartal-III 2018. Laba bersih perseroan tercatat turun 14,98% menjadi Rp 255,55 miliar pada kuartal III-2018, dari yang sebelumnya Rp 300,57 miliar pada kuartal III-2017.
Sementara itu, pendapatan naik 2,73% YoY menjadi Rp 6,8 triliun, dari yang sebelumya Rp 6,62 triliun. Namun pada saat yang sama, beban pokok pendapatan naik lebih tinggi yaitu sebesar 4,58% YoY menjadi Rp 5,72 triliun, dari yang sebelumnya Rp 5,47 triliun. (ank/tas) Add
source on Google