Analisis Teknikal

Gagal Sentuh Support 6.300, IHSG Berpotensi Balik Arah

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
14 January 2019 13:32
Gagal Sentuh Support 6.300, IHSG Berpotensi Balik Arah Foto: Muhammad Luthfi Rahman
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sementara melemah 0,86% ke level 6.306 di perdagangan sesi I, Senin (14/1/2019). Investor asing tampak mulai berbalik menjual saham dan beralih ke investasi berdenominasi mata uang kuat.

Hingga sesi satu, Investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp 63 miliar di pasar reguler. Hingga tahun berjalan, asing masih tercatat net buy Rp 3,32 triliun di pasar reguler.

Tidak hanya bursa saham, rupiah juga cenderung dilepas oleh asing karena faktor global yang cenderung kurang kondusif. Hingga pukul 12:00 WIB, rupiah melemah 0,32% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu, US$ 1 dibanderol Rp 14.085.


Meskipun masih dalam fase tren kenaikan (uptrend), tanda-tanda akan terjadinya koreksi mulai terlihat. IHSG mulai bergerak turun dan menyentuh garis rata-rata harganya selama 5 hari (moving average/MA5). Pada sesi dua, IHSG berpotensi menipiskan pelemahan.

Secara pergerakan, gagalnya IHSG menembus level (support) berpotensi berbalik arah dan menipiskan pelemahan.  
Sumber: Refinitiv
Potensi pembalikan arah turun (reversal) juga terlihat dari pola bearish engulfing pada grafik lilin. Pola ini tersebut terbentuk dari long black candle yang diikuti oleh short white candle.

Mengacu pada indikator stochastic slow, posisi IHSG sebenarnya sudah memasuki fase jenuh beli (overbought). Tanda-tanda tersebut membuat rupiah harus kembali menguji level 6.300. level tersebut nampaknya menjadi level penahan penurunan IHSG (support) cukup kuat hari ini.

Minimnya katalis positif membuat IHSG membuat IHSG juga harus terkoreksi. Perkembangan perceraian antara Inggris dengan Uni Eropa (Brexit) membuat hampir seluruh mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, hanya yuan China dan yen Jepang yang masih menguat terhadap dolar AS.

Pada 15 Januari 2019 waktu setempat, parlemen Inggris akan menggelar voting untuk menerima atau menolak proposal Brexit yang disusun pemerintahan Perdana Menteri Theresa May. Aset-aset berisiko di negara berkembang seperti Indonesia nampaknya mulai di jual.

TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading