Fokus Investor

Dari Hero sampai BCA, Perhatikan Informasi 5 Emiten Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 January 2019 07:45
Dari Hero sampai BCA, Perhatikan Informasi 5 Emiten Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,51% ke level 6.361,46 poin, Jumat (11/1/2019). Indeks mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 8,44 triliun dengan volume 9,99 miliar unit saham dan frekuensi perdagangan 454.941 kali.

Menguatnya IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang bertengger di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,97%, indeks Hang Seng naik 0,55%, indeks Strait Times naik 0,48% dan indeks Shanghai Komposit naik 0,74%.



Pekan lalu, ada beberapa peristiwa pada emiten-emiten dan layak disimak oleh investor sebelum perdagangan hari ini, Senin (14/1/2019) dibuka.



1. Efisiensi, HERO Tutup 26 Gerai dan PHK 532 Karyawan
PT Hero Supermarket Tbk (HERO) melaporkan telah melakukan langkah efisiensi disertai penerapan strategi yang akan mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja. Kebijakan itu berbentuk penutupan toko dan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

"26 toko telah ditutup dan sebanyak 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut," kata General Manager Corporate Affairs PT Hero Supermarket Tbk Tony Mampuk dalam rilis yang diterima CNBC Indonesia di Jakarta, Minggu (13/01/2019).

Dari jumlah karyawan yang di-PHK, 92% karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hungan kerja. Ia juga mengatakan bahwa para karyawan telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


2. Soal Akuisisi Dua Bank, Bos BCA: Janur Sudah Siap
Rencana akuisisi dua bank BUKU I dan II oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tampaknya sudah mencapai tahap final penyelesaian, setelah rencananya perusahaan ini menargetkan proses tersebut selesai jelang akhir 2018 lalu.

"Tinggal waktu saja lah, janur sudah siap," kata Jahja Setiaadmaja, Presiden Direktur Bank BCA di Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (11/1).

Menurut dia, rampungnya akuisisi ini akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Dia menyatakan penyelesaiannya harus dipercepat dan diselesaikan di tahun ini.


3. Akuisisi Ophir Energy, Medco Harus Siapkan Rp 6,13 T
PT Medco Energi International Tbk (MEDC) mengungkapkan ketertarikannya untuk mengakuisisi perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa saham London.

Melalui anak usaha Medco Energi Global Pte Ltd, perusahaan milik Arifin Panigoro ini sedang melakukan pengkajian kemungkinan pengajuan tawaran untuk membeli seluruh saham Ophir Energy Plc yang merupakan perusahaan bidang eksplorasi dan produk hulu minyak dan gas.

Dalam keterangan resmi Medco, penawaran harga yang diajukan oleh perusahaan yakni sebesar 48,50 pence untuk setiap lembar saham biasa Ophir, dalam bentuk tunai. Ini setara 340 juta poundsterling untuk 707 juta lembar saham, atau sama dengan Rp 6,13 triliun jika dikonversi ke rupiah.


4. Bayar Utang, Tiphone Rilis Obligasi Rp 500 Miliar
PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar. Dananya akan digunakan perusahaan untuk melakukan pembayaran sejumlah utang kepada perbankan dan membiayai modal kerja anak usahanya.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan pada Jumat (11/1/2019), obligasi yang memperoleh rating BBB+ (triple B plus) dari Pefindo ini akan diterbitkan dalam tiga seri, seri A dengan tenor 370 hari, seri B tenor 3 tahun, dan seri C selama 5 tahun.

Obligasi ini merupakan tahap pertama dari penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tiphone dengan target penghimpunan dana senilai Rp 2 triliun. Kupon obligasi hingga saat ini belum ditetakan.


5. CLEO Caplok Merek Air Minum Super O2
Emiten perusahaan air minum, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) resmi mengakuisisi seluruh aset produksi dan merek dagang yang berada di bawah bendera perusahaan PT Triusaha Mitraraharja.

Sekretaris Perusahaan Sariguna Primatirta Lukas Setio Wongso mengatakan perseroan merogoh kocek Rp 22,5 miliar untuk membeli peralatan milik Triusaha Mitraraharja. Peralatan itu di antaranya mesin, peralatan dan perlengkapan instalasi pabrik, peralatan kantor, furniture dan fixture, kendaraan, low value asset, dan peralatan teknologi informasi (TI), serta prasarana.

Adapun untuk pembelian persediaan barang sebesar Rp 554,9 juta dan pembelian hak atas merek dagang sebesar Rp 157,60 juta.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading