Dihantui Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Kembali Anjlok

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
03 January 2019 14:06
Dihantui Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Kembali Anjlok
Jakarta, CNBC Indonesia -  Hingga siang ini pukul 13:00 WIB, harga minyak jenis Brent kembali amblas 1,22% ke level US$ 54,24/barel, setelah sebelumnya ditutup menguat sebesar 2,06% di posisi US$ 54,91/barel pada perdagangan sesi kemarin.Hal senada juga dialami saudaranya, minyak mentah jenis lightsweet (WTI) yang hingga saat ini melemah sebesar 2,11% ke posisi US$ 45,56/barel, setelah kemarin ditutup menguat 2,49% di posisi US$ 46,54/barel. 



Selain karena harganya yang memang sudah terlampau rendah, naiknya harga minyak dunia pada hari kemarin sedikit didorong oleh pulihnya Wall Street secara terbatas. Dow Jones Industrial Average ditutup bertambah 18,78 poin atau 0,08% di 23.346,24 setelah anjlok hampir 400 poin dalam sesi perdagangan tersebut. S&P 500 menguat 0,1% ke 2.510,03 sementara Nasdaq Composite merangkak naik 0,46% ke level 6.665,94. 

Naiknya indeks-index acuan Wall Street dapat sedikit meredam sentimen negatif yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Sebab, hal tersebut mengindikasikan bahwa masi ada harapan perekonomian negeri paman sam tersebut akan membaik di tahun ini. Pasalnya, perlambatan ekonomi AS diprediksi masih akan terjadi pada tahun depan. Setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga ke kisaran 2,25% - 2,5% pada Kamis lalu (20/12/2018).


Bahkan,
The Fed memprediksi ekonomi AS hanya akan tumbuh 2,3% pada 2019, melambat cukup jauh dari pertumbuhan tahun ini yang berada di kisaran 3%. 

Namun, kehkawatiran akan melonjaknya pasokan minyak dunia masih terus membuntuti pasar. Seperti diketahui, AS, Arab Saudi, dan Rusia sebagai trio negara produsen minyak terbesar dunia  terus mencatatkan peningkatan produksinya sejak pertengahan 2018. Puncaknya, pada bulan September 2018 AS resmi menjadi 'raja minyak' dengan kapasitas produksi terbesar di dunia, yakni 11,47 juta barel/hari.

Ditambah lagi rilis data pemerintah Rusia kemarin yang memperlihatkan bahwa rata-rata produksi tahunan negeri beruang merah pada tahun 2018 naik menjadi 11,16 juta barel/hari. Meningkat dari rataan produksi pada tahun 2017 yang sebesar 10,98 juta barel/hari.

Tak hanya itu, kemarin pemerintah Iraq juga mengumumkan kenaikan volume ekspornya. Pada Desember 2018, volume ekspor minyak Iraq mencapai 3,73 juta barel/hari, naik dari 3,37 juta barel/hari pada November 2018.

Meluapnya pasokan minyak mentah dunia di kala ekonomi dunia menunjukkan gejala perlambatan membuat harga si emas hitam ini masih akan terus tertekan.
(taa/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading