Angin Segar Dari Italia Bawa Bursa Saham Asia Menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
19 December 2018 09:09
Angin Segar Dari Italia Bawa Bursa Saham Asia Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia dibuka menguat pada perdagangan hari ini: indeks Shanghai naik 0,08%, indeks Hang Seng naik 0,18%, indeks Strait Times naik 0,01%, dan indeks Kospi naik 0,33%.

Angin segar bagi bursa saham Benua Kuning datang dari Negeri Pizza. Italia telah mencapai kesepakatan dengan Komisi Eropa terkait rancangan anggaran 2019 yang selama ini telah menjadi polemik kedua belah pihak, kata seorang juru bicara pemerintah, Selasa (18/12/2018).

Ia menambahkan bahwa kesepakatan itu akan diformalkan hari Rabu waktu setempat di Brussels, dilansir dari Reuters.


Komisi Eropa sebelumnya menolak rancangan anggaran Italia yang memasukkan angka defisit yang tinggi karena melanggar aturan fiskal Uni Eropa.

Roma menyetorkan rencana baru yang telah direvisi pekan lalu dengan angka defisit yang lebih rendah serta membuka pintu negosiasinya. Belum ada detail yang diungkapkan terkait rancangan baru tersebut.

Di sisi lain, risiko yang menghantui jalannya perdagangan datang dari pidato Presiden China Xi Jinping. Berpidato dalam peringatan 40 tahun dari "reform and opening up" kemarin, Xi mengatakan tidak ada pihak manapun yang bisa mendikte arah kebijakan China.

"Tidak ada pihak yang berada dalam posisi untuk mendikte warga negara China terkait apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan," tegas Xi, seperti dikutip dari CNBC International.

Ia menegaskan bahwa China harus tetap berada dalam jalur reformasi yang sedang dijalaninya sekarang.

"Kami akan dengan tegas mereformasi apa yang seharusnya dan bisa direformasi, dan tidak mengubah (kebijakan) yang memang sudah seharusnya dan tidak bisa direformasi," lanjut Xi.

Memang, Xi tak secara gamblang menyebut nama AS di dalam pidatonya. Namun tetap saja, siapa lagi yang disasar oleh Xi kalau bukan musuh bebuyutannya tersebut.

Jika AS dibuat gerah oleh pernyataan Xi, maka kesepakatan dagang yang permanen antar keduanya bisa menjadi sulit untuk dicapai. Padahal, hubungan dagang kedua negara sudah membaik selepas Xi melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela KTT G-20 pada awal bulan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA



(ank/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading