Analisis Teknikal

Wall Street Lebih Kalem, Bisakah IHSG Menguat?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
07 December 2018 08:48
Wall Street Lebih Kalem, Bisakah IHSG Menguat?
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi bersama dengan rupiah yang melemah, pada Kamis (6/12/2018) sebesar 0,28% ke level 6.115.

Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak variatif cenderung menguat, dengan rentang pergerakannya antara 6.100 hingga 6.150. Potensi penguatan kami sandarkan kepada perkembangan pasar dan hasil analisis secara teknikal.

Dari pergerakan bursa global, tiga indeks utama Wall Street bergerak variatif. Dow Jones ditutup terkoreksi 0,32% pada level 24.947, sedangkan S & P 500 ditutup lebih rendah 0,15% pada 2.695. Nasdaq Composite ditutup 0,4% lebih tinggi pada 7.188.


Wall Street Journal melaporkan bahwa The Federal Reserve selaku bank sentral AS sedang mempertimbangkan untuk memberikan sinyal wait-and-see terkait kenaikan suku bunga acuan pada pertemuannya bulan ini, seperti dikutip dari CNBC International.

Hal ini memberikan semacam konfirmasi bahwa stance dari The Fed mengarah ke dovish. Sebelumnya, pernyataan yang mengindikasikan hal tersebut sempat dilontarkan oleh sang gubernur, Jerome Powell, serta wakilnya, Richard Clarida.

Dari dalam negeri, IHSG menepiskan koreksinya karena sektor konsumer berbalik menguat. Pelaku pasar memprediksi rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang akan diumumkan Bank Indonesia (BI) akan berbuah manis.

Benar saja, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia kembali pulih dari kejatuhan yang terjadi pada bulan lalu. Bank Indonesia (BI) merilis IKK November 2018 sebesar 122,7. Naik dibandingkan dari level 119,2 bulan sebelumnya.

Secara persentase bulanan (month-to-month/MtM), IKK November 2018 mengalami kenaiakan sebesar 2,94%. Sedangkan, secara tahunan (year-on-year/YoY), IKK bulan lalu hanya naik tipis 0,49%.

Adapun sektor berbobot cukup besar yang menekan IHSG kemarin salah satunya adalah keuangan yang terkoreksi 0,22%. Penurunan dipengaruhi karena rupiah melemah. Hingga pukul 16:00, US$ 1 dibanderol Rp 14.515 di pasar spot. Rupiah melemah 0,87% dibandingkan penutupan kemarin.

Lalu, bagaimana pergerakan IHSG hari ini? Berikut analisis pergerakan IHSG menggunakan analisis secara teknikal.
Wallstreet Lebih Kalem, IHSG Masih Bisa MenguatSumber: Revinitif
Secara teknikal, indeks kemarin membentuk pola lilin putih pendek (short white candle), yang masih menggambarkan potensi penguatan.

Secara rata-rata, indeks bergerak tipis saja di bawah garis rerata harganya selama lima hari (moving average/MA5), atau masih cenderung bergerak bervariatif.
Mengacu kepada indikator teknikal stochastic slow, posisi IHSG sudah tidak berada di wilayah jenuh beli (overbought) atau dianggap netral.

Tim Riset memandang IHSG berpotensi menguat setelah tertekan dua hari di tengah kondisi global yang masih belum kondusif, secara teknikal IHSG juga masih ada harapan menguat.

TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading