Terbantu Data Ekonomi Jepang, Bursa Saham Asia Menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
24 October 2018 17:58
Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei naik 0,37%, indeks Shanghai naik 0,33%, dan indeks Strait Times naik 0,02%. Sementara itu, indeks Hang Seng turun 0,38% dan indeks Kospi turun 0,4%.

Sejatinya, perdagangan hari ini diselimuti sentimen negatif. Hal ini bisa diamati dari Wall Street yang kompak melemah pada dini hari tadi: Dow Jones turun 0,5%, S&P 500 minus 0,55%, dan Nasdaq berkurang 0,42%. Pada perdagangan intraday, Dow Jones bahkan sempat anjlok hingga 2,17%, S&P 500 anjlok 2,34%, dan Nasdaq anjlok 2,79%.

Pelaku pasar dibuat takut oleh potensi ribut-ribut antara AS dengan sekutunya Arab Saudi terkait dengan tewasnya kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi. Kemarin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan keras mengenai masalah ini. Erdogan menyebut bahwa intel dan lembaga penegak hukum memiliki bukti bahwa pembunuhan Khashoggi merupakan sesuatu yang terencana.


"Badan intelijen dan lembaga penegak hukum memiliki bukti yang menunjukkan bahwa pembunuhan (Khashoggi) adalah terencana.... Menuduhkan kasus tersebut ke beberapa aparat penegak hukum dan anggota badan intelijen tidak akan memuaskan kami maupun komunitas internasional," papar Erdogan di hadapan parlemen Turki.

"Mulai dari pihak yang memberikan perintah, hingga pihak yang mengeksekusinya, mereka harus dibuat bertanggung jawab." Kata Erdogan lebih lanjut.

Trump pun sepertinya semakin menunjukkan kekecewaan dan kemarahan kepada Arab Saudi. Setelah pidato Erdogan, Trump menyatakan bahwa Arab Saudi mencoba menutupi kasus Khasshogi dengan buruk.

"Konsep awalnya sangat jelek, pelaksanaannya buruk, dan cara menutupinya juga salah satu yang paling payah sepanjang sejarah," tegas Trump kepada para jurnalis di Oval Office, dikutip dari Reuters.

Sejauh ini, belum ada sanksi apapun yang dikeluarkan oleh AS untuk Arab Saudi. Memang, kesepakatan bisnis antara AS dengan Arab Saudi terbilang fantastis sehingga wajar jika pemerintahan Donald Trump terlihat sangat berhati-hati dalam bertindak. Tahun lalu misalnya, Arab Saudi berkomitmen membeli persenjataan dari AS senilai US$ 110 miliar.

Namun, bukan tak mungkin jika pada akhirnya Trump dipaksa bersikap luar biasa tegas terhadap sekutunya tersebut.

Beruntung, ada dorongan beli di bursa saham Benua Kuning yang berasal dari positifnya kinerja sektor manufaktur di Jepang. Pada pagi hari, Flash Manufacturing PMI periode Oktober diumumkan sebesar 53,1, mengalahkan konsensus yang sebesar 52,6.

Sebagai informasi, data di atas 50 menunjukkan bahwa sektor manufaktur mengalami ekspansi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara data di bawah 50 menunjukkan bahwa sektor manufaktur mengalami kontraksi.

Pada bulan Oktober, aktivitas manufaktur di Jepang mencatatkan ekspansi dan ekspansinya lebih kencang dibandingkan yang diharapkan pelaku pasar.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Ekonomi AS di Atas Ekspektasi, Bursa Saham Asia Menguat


(ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading