BI Hawkish, Pefindo Revisi Target Obligasi Jadi Rp 140 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
18 September 2018 17:30
Bunga acuan yang naik membuat bunga obligasi yang dibayarkan lebih mahal.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prediksi penerbitan surat utang dalam bentuk obligasi di tahun ini yang sebelumnya diperkirakan sebesar Rp 158,5 triliun menjadi hanya sebesar Rp 130 triliun-Rp 140 triliun saja.

Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra mengatakan revisi ini dilakukan karena kondisi tingginya suka bunga Bank Indonesia yang akan berdampak pada tingkat kupon yang akan lebih mahal. Ditambah dengan kondisi pasar global yang tertekan karena pengaruh bank sentral AS (The Fed).

"Perkiraan target awal yakni Rp 150 triliun. Sekarang Rp 100 triliun (yang diterbitkan) namun sepertinya akhir tahun Rp 130 triliun-Rp 140 triliun di kondisi ini," kata Salyadi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9).


Menurut dia, beberapa korporasi yang tetap menerbitkan obligasi di tahun ini merupakan emiten-emiten yang memang rutin untuk menerbitkan surat utang.

Sebaliknya, emiten baru yang baru menjajaki penerbitan justru memilih untuk mundur karena tingkat rating yang tak sesuai dengan target sehingga berpengaruh pada tingkat kupon nantinya.

Diprediksi hingga akhir tahun masih akan penerbitan obligasi di kisaran Rp 30 triliun-Rp 40 triliun lagi. Hal ini justru dinilai untuk menghindari ketidakpastian yang lebih besar di tahun depan.

"Mereka khawatir tahun depan akan lebih tinggi lagi makanya ada yang memutuskan sekarang ataupun tidak jadi karena tingkat suku bunga BI sehingga cost lebih tinggi jadi mereka harus bayar kupon lebih tinggi. Ada kekhawatiran kesana karena tahun politik dan suku bunga fed akan naik lagi," kata dia.

Adapun prediksi penerbitan obligasi sepanjnag tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi penerbitan sepanjang tahun lalu yang nilainya mencapai Rp 161,36 triliun.



(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading