AS Ajukan "Gencatan Senjata", Pasar Obligasi Menguat

Market - Irvin Avriano A, CNBC Indonesia
13 September 2018 15:41
AS Ajukan
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi pemerintah menguat meskipun rupiah masih melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). 

Data Reuters siang ini menunjukkan penguatan harga surat berharga negara (SBN) itu tercermin dari tiga seri acuan (benchmark) yang sekaligus menurunkan tingkat imbal hasilnya (yield). Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder. 

Yield juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. 


Empat seri SBN yang menjadi acuan itu adalah FR0063 bertenor 5 tahun, FR0064 bertenor 10 tahun, FR0065 bertenor 15 tahun, dan FR0075 bertenor 30 tahun. 

Seri yang paling menguat dan mengalami penurunan yield terdalam adalah seri 10 tahun. Yield seri tersebut turun hingga 9 basis poin (bps) menjadi 8,53%. Seri lain yang menguat adalah acuan 5 tahun dan 20 tahun, masing-masing mengalami penurunan yield 2 bps menjadi 8,43% dan 9,1%.

Besaran 100 bps setara dengan 1%. Di sisi lain, satu seri acuan lain yang justru mengalami koreksi harga adalah seri 15 tahun yang mengalami kenaikan yield 1 bps menjadi 8,78%. 

Positifnya pasar surat utang yang bersamaan dengan menguatnya pasar saham terjadi seiring dengan meredanya perang dagang AS setelah Washington mengundang delegasi China untuk berunding. 

Pasar saham yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat lebih dari 1% siang ini ke 5.860. Di sisi lain, mata uang garuda masih melemah 0,1% menjadi Rp 14.835 di hadapan setiap dolar AS.  


Yield Obligasi Negara Acuan 13 Sep 2018

SeriBenchmarkYield 12 Sep 2018 (%)Yield 13 Sep 2018 (%)Selisih (basis poin)
FR00635 tahun8.4548.433-2.10
FR006410 tahun8.6288.537-9.10
FR006515 tahun8.7758.7881.30
FR007520 tahun9.1289.103-2.50
Avg movement-3.10
      


TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading