Efek Relaksasi DMO Bawa Rupiah Menguat terhadap Ringgit

Market - Alfado Agustio, CNBC Indonesia
30 July 2018 12:27
Rupiah melanjutkan reli penguatan terhadap ringgit Malaysia hingga siang ini, membawa rupiah menguat hingga 5 hari berturut-turut.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs rupiah terus melanjutkan reli penguatan terhadap ringgit Malaysia hingga siang ini, membawa rupiah menguat hingga 5 hari berturut-turut. 

Pada Senin (30/7/2018) pukul 11:50 WIB, 1 ringgit di pasar spot ditransaksikan di Rp 3.543,64. Rupiah menguat 0,07% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Sentimen penguatan rupiah ditunjang rencana pemerintah untuk mencabut domestic market obligation (DMO) batu bara.

Kebijakan ini ditenggarai mampu meningkatkan penerimaan devisa negara seiring dengan kenaikan harga komoditas tersebut. Indonesia merupakan eksportir utama batu bara bersama Australia. 


Per hari ini, harga batu bara ICE Newcastle kontrak acuan berada di level US$119,90/ton atau tertinggi sejak Oktober 2011. Kenaikan harga komoditas tersebut, tidak hanya mendorong penerimaan devisa, namun juga membuat kinerja perusahaan-perusahaan di sektor tersebut semakin kinclong.

Hal ini pun berdampak kepada indeks sektor perusahaan tambang yang meningkat hingga 1,67% per pukul 12:08 WIB, paling tinggi di antara sektor lain. Kenaikan tersebut juga mengundang aliran hot money dari asing untuk masuk.

Hingga pukul 12:08 WIB, aksi beli oleh investor asing telah mencapai Rp 152,91 miliar. Hal ini juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menembus level psikologis di atas 6.000. 

Lain cerita dengan Malaysia, aliran modal nampaknya kurang semarak ke negara tersebut. Pergerakan Kuala Lumpur Composite Index (KLCI) hingga pukul 12:11 WIB, turun 0,06% ke posisi 1.768,15. Kondisi ekonomi Negeri Jiran yang masih lesu, mengakibatkan pasar kurang mengapresiasi. 

Hal ini semakin mendorong rupiah di atas angin, dan mampu melanjutkan penguatan hingga 5 hari berturut-turut.

TIM RISET CNBC INDONESIA  


(ags/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading