ULASAN TEKNIKAL
Diserang Luar-Dalam, IHSG Sesi I Masih Aman
Yazid Muamar,
CNBC Indonesia
27 June 2018 13:06
Jakarta, CNBC Indonesia -  Di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh Rp 14.170 dan bursa global yang bergerak variatif akibat perang dagang AS-China yang belum berakhir, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup hijau selama sesi I.
Terus berada di zona hijau, IHSG diperdagangkan di rentang 5.831 hingga 5.854 dan ditutup naik sebanyak 28 poin atau +0,46% di level 5.854 dengan volume 4,7 miliar saham. Adapun Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 103 miliar atau lebih rendah dibandingkan net sell kemarin sebesar  Rp 202 miliar.
Â
Pada siang ini IHSG ditutup dengan membentuk pola yang  lilin putih pendek (short white candle) yang menandakan perdagangan bergerak dalam rentang sempit dan menggambarkan bahwa hari ini buyer cenderung menguasai perdagangan.
Â
Adapun dilihat dari indikator moving average, IHSG masih bergerak dibawah garis rerata pergerakan 50 hari nya ( MA-50), rerata 20 pergerakan hari (MA-20) namun sudah mulai menyentuh garis rerata pergerakan 5 hari nya (MA 5).
Â
TIM RISET CNBC INDONESIA
(roy) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Pasca Libur Lebaran, IHSG Anjlok
Terus berada di zona hijau, IHSG diperdagangkan di rentang 5.831 hingga 5.854 dan ditutup naik sebanyak 28 poin atau +0,46% di level 5.854 dengan volume 4,7 miliar saham. Adapun Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 103 miliar atau lebih rendah dibandingkan net sell kemarin sebesar  Rp 202 miliar.
Foto: Reuters diolah CNBC Indonesia |
Pada siang ini IHSG ditutup dengan membentuk pola yang  lilin putih pendek (short white candle) yang menandakan perdagangan bergerak dalam rentang sempit dan menggambarkan bahwa hari ini buyer cenderung menguasai perdagangan.
Â
Adapun dilihat dari indikator moving average, IHSG masih bergerak dibawah garis rerata pergerakan 50 hari nya ( MA-50), rerata 20 pergerakan hari (MA-20) namun sudah mulai menyentuh garis rerata pergerakan 5 hari nya (MA 5).
TIM RISET CNBC INDONESIA
(roy) Add
source on Google
Foto: Reuters diolah CNBC Indonesia