Rupiah Melemah, Ini Harapan Pengusaha Terhadap Perry Warjiyo

Market - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
29 May 2018 12:40
Rupiah cenderung melemah dalam beberapa pekan terakhir, berdampak pada peningkatan biaya produksi perusahaan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dengan kecenderungan melemah dalam beberapa pekan terakhir, berdampak pada peningkatan biaya produksi perusahaan. Kalangan pengusaha Gubernur Bank Indonesia yang baru, Perry Warjiyo, harus bisa menjaga rupiah stabil agar pengusahan tidak menaikkan harga jual yang akan berdampak padadaya beli masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani berujar, dalam situasi seperti sekarang ini pelaku usaha pasti akan meninjau ulang biaya produksi, tapi tidak serta-merta langsung menaikkan harga mengikuti pertimbangan bahan baku. Alasannya, pengusaha tetap harus menyesuaikan dengan daya beli masyarakat.

Jika pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang, maka bukan tidak mungkin pengusaha akan menurunkan kapasitas produksi mereka supaya tidak merugi.


"Pertama, kita akan melakukan diversifikasi produk, misalnya kalau produk consumer good apakah kemasannya dikecilkan atau dilakukan pemindahan stok dari satu daerah ke daerah lainnya, seperti itu. Tapi kalau pelemahannya terjadi terus-menerus sudah pasti akan ada penurunan kapasitas produksi karena kalau dipaksakan juga takutnya tambah rugi," jelas Hariyadi di sela Buka Puasa Bersama APINDO, Senin (28/5/2018).

Pengusaha berharap Gubernur Bank Indonesia terpilih yang baru, Perry Warjiyo, dapat memberikan kestabilan nilai tukar dalam waktu dekat.

"Kita berharap pelemahan rupiah ini dapat mencapai titik keseimbangan baru karena sekarang ini kan terus bergerak, agak sulit untuk market meresponnya sehingga tidak pasti," jelasnya.

Dalam jangka panjang, Hariyadi meminta pemerintah benar-benar serius melakukan berbagai kebijakan yang mengutamakan substitusi impor. Jangan sampai investor yang membangun industri di tanah air berpikir ulang bahwa impor bahan baku ternyata lebih menguntungkan, dengan berbagai perjanjian perdagangan bebas yang ada.

"Karena sekarang dengan adanya AFTA [ASEAN Free Trade Area] dan CAFTA [China-ASEAN Free Trade Agreement], impor apapun terutama dari China kan lebih mudah dan jauh lebih murah. Kalau ini terjadi terus, dalam jangka panjang ketahanan rupiah kita akan semakin buruk," tegasnya.

Hariyadi menyebutkan sektor farmasi, kimia, makanan-minuman (mamin), serta otomotif sebagai sektor industri yang impor bahan bakunya masih tinggi hingga saat ini.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading