IHSG Bergejolak, Perlukah Switching Reksa Dana?

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
29 May 2018 13:04
IHSG Bergejolak, Perlukah Switching Reksa Dana?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergejolak menjadi salah satu pertimbangan investor reksa dana merubah strategi portofolio. Para manajer investasi menyampaikan selama IHSG bergejolak banyak investor reksa dana melakukan switching dari portofolio reksa dana yang berisiko tinggi ke yang berisiko rendah.

Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, biasanya switching dilakukan investor dari reksa dana saham ke reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana pasar uang.

"Switching portofolio itu setiap hari pasti ada, tidak bisa disamaratakan kalau IHSG bergejolak, investor harus tiba-tiba ganti portofolio reksa dana mereka, karena setiap orang kan beda-beda karakteristik investasinya," jelas Rudiyanto, kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Senin (28/5).


"Memang terkadang orang terlalu terpengaruh dengan penurunan IHSG, padahal yang mesti dilihat adalah valuasinya.".

Ia menjelaskan, jika valuasi sedang tinggi atau relatif mahal, maka investor bisa melakukan mengambil profit. Namun jika valuasi masih rendah, disarankan investor tetap bertahan atau menambah jumlah investasi pada reksa dana saham.


Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama Manulife Aset Manejemen Indonesia Legowo Kusumonegoro. Ia mengatakan, tren switching selalu ada, tidak selalu spesifik terkait dengan kondisi pasar tertentu.

Ia mencontohkan, ada investor yang melakukan switching reksa dana pada saat imbal hasil sudah tercapai, saat itulah mereka biasanya switch portofolio.

"Sehingga, hampir setiap hari itu ada switching, dan saya tidak melihat adanya suatu tren ttu swithcing krn kondisi market ttu. Investor Indonesia itu sudah lumayan tangguh dengan kondisi IHSG, volatilitas memang ada, dan mereka sudah bersiap-siap," pungkas Legowo. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading