Kinerja 2017 Terpuruk, BIRD Bagi Dividen Rp 127 M

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
24 May 2018 12:06
Kinerja 2017 Terpuruk, BIRD Bagi Dividen Rp 127 M
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Blue Bird Tbk (BIRD) membagikan dividen sebesar Rp 127,60 miliar atau 30,03% dari laba bersih tahun buku 2017 yaitu sebesar Rp 424,86 miliar. Dari jumlah tersebut setiap pemegang saham perseroan berhak mendapatkan Rp 15/saham.

Sementara itu, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sisa dari laba bersih tersebut yaitu sebesar Rp 287,25 miliar akan digunakan untuk menambah saldo laba BIRD untuk mendukung pengembangan operasional perseroan.

Sedangkan sebesar Rp 10 miliar akan digunakan perseroan sebagai laba cadangan. "Laba memang ada penurunan pada 2017 dibandingkan dengan 2016 sehingga untuk dividen kami mengalami pengurangan, namun secara persentase kami mencoba memberikan hal yang sama kepada para pemegang saham," ujar Sandy Permadi Direktur Independen BIRD, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/5/2018).


Pada tahun lalu, perseroan membagikan dividen sebesar Rp 152,6 miliar atau setara Rp 61/saham. Nilai tersebut setara dengan 30,09% dari laba bersih 2016 sebesar Rp 507,28 miliar.

Sementara itu, untuk meningkatkan performa kinerja pada tahun ini, perseroan menargetkan menambah 3-4 ribu armada kendaraan hingga kahir 2018.

Untuk periode Januari-April 2018, perseroan telah mengeluarkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 250 miliar untuk pengadaan 1.000 armada baru. Mayoritas armada tersebut merupakan berjenis kendaraan taksi MPV.

"Selain penambahan armada, kami juga melakukan permajaan armada kami serta investasi yang lebih banyak ke information technology (IT). Kami akan fokus menambah alternative pembayaran melalui MY Blue Bird," tambah Sandy.

Sementara itu, untuk pertumbuhan pendapatan tahun ini, pihaknya tidak menargetkan persentasi kenaikan pendapatan tersebut. Namun, pihaknya meyakini bahwa pendapatan 2018 diperkirakan lebih baik dibandingkan pada 2017.

Hal tersebut didorong dengan penetapan tarif transportasi online yang mulai seimbang dengan bisnis utama perseroan yaitu transportasi konvensional.

"Kami belum bisa mengatakan angka pertumbuhan tahun ini, yang pasti upaya-upaya kami akan realisasikan. Misalnya mengidentifikasi peluang-peluang baru termasuk kolaborasi, kami akan melakukan pendekatan dengan berbagai platform, tapi belum dapat kami expose ya," ujar Sandy.

Pada kuartal-I tahun ini, perseroan membukukan penurunan laba bersih sebesar 15,79% menjadi Rp 98,92 miliar, dibandingkan periode yang sama 2017 yang mencapai Rp 117,47 miliar.

Penurunan laba terjadi seiring dengan penurunan pendapatan pada kuartal-I 2018 sebesar 973,37 miliar dibanding laba tahun 2017 sebesar Rp 1,03 triliun. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading