Kembangkan Bisnis Baru, Mitrabara Adiperdana Bangun PLTS

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
21 May 2018 19:29
Kembangkan Bisnis Baru, Mitrabara Adiperdana Bangun PLTS
Jakarta, CNBC Indonesia - Melihat peluang berkembangnya sektor energi baru dan terbarukan (EBT), PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) tengah melakukan studi untuk menjajaki inisiatif bisnis baru yang bergerak di bidang pembangkit listrik dan energy plantation.
 
Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk Widada menjelaskan, perusahaan telah mengajukan proposal kepada PLN untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kalimantan Utara. Rencananya PLTS ini akan dibangun dengan kapasitas 5 Megawatt.

 "Kami setia di jalur energi, ini sesuai dengan visi dan misi kami. PLTS pun ke depannya akan menjadi tren, dan kami lihat progres PLTS sangat cepat, ini yang membuat kami tertarik," terang Widada kepada media ketika dijumpai dalam paparan publik kinerja perusahaan, di Jakarta, Senin (21/5).
 
Untuk membangun PLTS tersebut, perusahaan telah menggandeng ENGIE, perusahaan multinasional asal Prancis yang bergerak di sektor energi listrik. Dengan bekerja sama bersama ENGIE, Widada mengakui, masalah biaya dalam membangun PLTS tersebut tidak jadi persoalan.
 
"Dengan teknologi yang sekarang semakin canggih, teknologi PLTS di dunia pun sangat cepat murahnya, itu sebabnya kami menggandeng ENGIE untuk mendapatkan teknologi yang paling bagus," tambah Widada.
 
Untuk PLTS tersebut, lanjutnya, saat ini potensi pembangunannya memang masih di daerah-daerah yang masih menggunakan pembangkit tenaga diesel, namun ke depannya, seiring perkembangan teknologi PLTS yang semakin murah, diharapkan bisa bersaing di daerah-daerah maju lainnya.
 
Selain PLTS, di tahun ini perusahaan juga tengah melakukan kajian untuk mengembangkan energy plantation di Kalimantan, dan menggandeng Idemitsu Kosan Co, Ltd sebagai mitra perusahaan. Saat ini, Widada mengungkapkan, perusahaan sedang mencoba untuk mendapatkan tanah seluas 20 hektare yang akan digunakan untuk membangun perkebunan wood pellet.
 
Nantinya, perusahaan berencana untuk mengekspor wood pellet tersebut ke pasar-pasar seperti Jepang dan Korea. Hal itu disebabkan, permintaan wood pellet dari dua negara tersebut cukup tinggi. "Kami ingin masuk ke situ, mungkin untuk permulaan akan ekspor 50-60 ribu ton sebulan," imbuh Widada.
 
"Saat ini kami belum bisa informasikan dulu berapa besaran investasinya, karena jumlahnya belum pasti, tergantung dari besaran proyek, dan ini masih dalam tahap kajian yang lengkap supaya tidak salah langkah. Untuk tahun ini harapannya bisa selesaikan kajiannya dulu, untuk potensi signing diharapkan tahun depan," tandas Widada.





(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading