Dolar Dekati Rp 14.200, Sri Mulyani: Fondasi Ekonomi Kuat

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
18 May 2018 12:22
Dolar Dekati Rp 14.200, Sri Mulyani: Fondasi Ekonomi Kuat
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang terus merosot terhadp mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai fondasi ekonomi Indonesia masih baik, khususnya dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Saya sudah sampaikan hasil dan kinerja sampai dengan Mei yang menunjukkan Apbn yg baik dari sisi pendapatan perpajakan dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang meningkat sangat signifikan dan belanja negara yang tetap terjaga dan defisit kita jaga sesuai Undang-Undang APBN. Dalam artian itu kita bisa memberikan kepastian," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menilai otoritas moneter atau Bank Indonesia (BI) sudah memiliki bauran kebijakan yang siap menjaga stabilitas. "Kami akan bersama-bersama menjaga perekonomian Indonesia karena ketidakpastian yang berasal dari policy (kebijakan) yang ada di AS (Amerika Serikat), baik itu policy ekonomi maupun di bidang geopolitik, yang pasti akan mempengaruhi harga minyak global maupun mata uang," tambah dia.


Saat ini, pemerintah ingin menjaga agar kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah tetap kompetitif, agar sektor riil atau dunia usaha tetap bisa melakukan aktivitas dan penyesuaian.

Sri Mulyani menyebutkan, pemerintah sudah melakukan penyesuaian dengan membuat asumsi nilai tukar terhadap Rp 13.700-Rp 14.000/US$. Itu sudah memperhitungkan depresiasi rupiah terhadap dolar AS 3,7% yang terjadi sejak awal tahun hingga sekarang.

"Kalau inflasi kita tetap terjaga pada kisaran 3,5% plus minus 1%, sementara di Amerika Serikat 2%, dan depresiasi sekitar 3% itu adalah sesuatu yang acceptable (bisa diterima). Artinya memang sesuai dengan komparasi mata uang kita dengan dolar AS," tambah Sri Mulyani. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading