Internasional

Laba Turun, Induk DHL Akan Lakukan Efisiensi Biaya

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
08 May 2018 17:11
Laba Turun, Induk DHL Akan Lakukan Efisiensi Biaya
Berlin, CNBC Indonesia - Grup pos dan logistik Jerman Deutsche Post DHL Group sedang mengupayakan cara untuk memangkas biaya di bisnis pos dan paketnya setelah laba kuartal pertama dilaporkan berada di bawah ekspektasi.

Induk perusahaan logistik DHL Express itu pada hari Selasa (8/5/2018) mengatakan keuntungan di divisi post-eCommerce-parcel (PeP) tertekan oleh biaya staf yang lebih tinggi dan biaya transportasi, ditambah biaya perluasan produksi kendaraan pengiriman listrik StreetScooter-nya dan juga biaya menumbuhkan bisnis paket internasionalnya.


Saham Deutsche Post turun 4,2% pada awal perdagangan akibat raihan laba yang mengecewakan, Reuters melaporkan.


Di Jerman, Post telah memberikan kenaikan upah sebagai bagian dari kesepakatan kerja bersama, dan juga harus meningkatan biaya karena terjadi gelombang influenza di awal tahun ini.

Oleh karenanya, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuat target laba operasional 2018 sebesar 4,15 miliar euro (US$ 4,95 miliar atau Rp 69,6 trilian) tahun ini tercapai.

Laba bersih perusahaan turun 5,2% di kuartal I-2018 dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 600 juta euro sementara laba usaha naik 2,3% menjadi 905 juta euro.

Pendapatan perusahaan tercatat tergelincir 0,9% ke 14,7 miliar euro, AFP melaporkan.

"Kami sedang mengupayakan langkah-langkah yang berbeda untuk menjaga basis biaya terkendali selama beberapa bulan yang tersisa di tahun ini," kata Chief Financial Officer Melanie Kreis kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa pembaruan akan terlihat pada hasil kuartal kedua.

Perusahaan itu mengatakan hasil kuartal pertamanya beragam, di mana ada kenaikan laba pada bisnis pengiriman dan pembagian ekspresnya, tetapi terbebani satu kali biaya sebesar 50 juta euro di kontrak pelanggan di divisi rantai pasokannya.

Jaringan makanan cepat saji KFC harus menutup sebagian besar tokonya di Inggris pada bulan Februari karena kekurangan ayam setelah mengalihkan kontrak pengirimannya ke DHL.


"Kami sedang berupaya menyelesaikan masalah awal dan kami sedang dalam perjalanan ke operasi yang normal," kata Kreis, menolak untuk merinci biaya pasti terkait dengan masalah KFC. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading