IHSG Anjlok Paling Parah di Asia, Ini Kata Bos BEI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 April 2018 18:18
IHSG Anjlok Paling Parah di Asia, Ini Kata Bos BEI
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini turun parah hingga 2,4% dalam sehari ke 6.079,85 poin. Dan tercatat koreksi paling dalam di kawasan Asia.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Suistio mengatakan kalau rupiah melemah dan yield obligasi Amerika Serikat (AS) naik memang secara teori akan tetrjadi koreksi di bursa saham. Faktor tersebut, menurut Tito, bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan koreksi dalam terhadap IHSG hari ini.

"Kalau sudah rupiah melemah, yield naik, relatively akan terjadi koreksi tapi ada momentum yang jelek banget sekarang. Unfortunately, persepsi ini," kata Tito di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (25/4).


Menurut Tito, banyaknya hari libur bursa pada tahun ini justru menambah sentimen negatif kepada investor. Apalagi, dari rata-rata hari transaksi bursa di ASEAN, Indonesia sudah menjadi negara dengan libur terbanyak sepanjang tahun.

Menurut kalender bursa, tahun ini hari libur bursa tercatat mencapai 22 hari dan hari perdagangan hanya sebesar 239 hari. Padahal, di Asean hari libur bursa hanya sebanyak 18 hari bahkan pasar option di Australia dan Singapura buka selama 24 jam.

"Libur kita sudah di atas 20 hari, sudah terbanyak di Asean yang rata-rata 18 hari, bersamaan pula. Itu berat buat bursa. Saya strongly protected. Ini udah susah, kalo nanam di Indonesia, yield AS naik lalu bursa tutup yang dilakukan adalah menarik dana," jelas dia.

Selain itu, dia juga menyadari adanya kekhawatiran investor jika dolar terus menguat sementara libur tetap berlanjut. Untuk itu dia akan meminta izin untuk tetap membuka perdagangan di BEI jika kliring tetap dibuka.

"Gimana saat bursa tutup, dolar menguat atau apa, saya harus menyadari kekhawatiran investor. Kalo kliring tetap buka saya minta izin untuk bursa tetap buka," imbuh dia. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading