Dikritik Trump, Harga Minyak Malah Merangkak Naik

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
24 April 2018 10:26
Dikritik Trump, Harga Minyak Malah Merangkak Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Terlepas dari kritik keras Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kepada OPEC yang dianggapnya telah memanipulasi kenaikan harga minyak mentah, nyatanya harga minyak terus berada dalam tren kenaikan. Sampai dengan berita ini diturunkan, harga minyak mentah WTI kontrak pengiriman Mei menguat sebesar 0,5% ke level US$ 68,98/barel, sementara Brent kontrak pengiriman Juni menguat 0,37% menjadi US$ 74,99/barel.

"Sepertinya OPEC melakukannya lagi. Dengan jumlah produksi minyak yang mencapai rekor di mana-mana, termasuk kapal-kapal penuh minyak di lautan, harga minyak yang sangat tinggi saat ini dibuat-buat! Tidak bagus dan tidak akan bisa diterima," tulis Trump di melalui akun @realDonaldTrump pada hari Jumat waktu setempat (20/4/2018). Namun pada akhir perdagangan hari Jumat, WTI masih bisa menguat tipis 0,13%, sementara brent menguat 0,4%.

Permintaan yang masih kuat seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi global, diimbangi dengan isu terganggunya pasokan telah berhasil membawa harga minyak mentah ke level yang lebih tinggi.


Kini, pelaku pasar mengantisipasi diberlakukannya kembali sanksi ekonomi bagi Iran yang jika benar dilakukan, maka akan memangkas pasokan minyak mentah dunia. Selain Iran, terdapat juga potensi diberlakukannya sanksi bagi Venezuela yang merupakan salah satu eksportir besar minyak mentah.

AS memiliki waktu sampai dengan 12 Mei jika ingin mengenakan kembali sanksi bagi Iran yang sempat dicabut di era Presiden Barack Obama.

Penguatan harga minyak juga ditopang oleh data dari Genscape, perusahaan penyedia jasa informasi energi, bahwa terdapat penurunan cadangan minyak di fasilitas penyimpanan di Oklahoma. (ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading